Kanal
Mulai Hujan, 30 Titik Api Masih Mengepung
Meski hujan mulai mengguyur beberapa pekan ini, namun status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih akan dipertahankan hingga akhir November nanti.
Menurut Noor Sunarto, Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, meski musim sudah di masa peralihan dari kemarau ke penghujan, titik panas atau hot spot di wilayah Kabupaten Banjar masih terdeteksi.
Bahkan hingga pekan pertama Oktober, terhitung dari Juni, kata Sunarto, sedikitnya terdeteksi 130 titik api.
“Rata-rata per hari terdeteksi tiga titik api. Terbanyak di bulan September,†ujarnya, Selasa (17/10).
Diakuinya, jumlah titik api tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Padahal, musim kemarau tahun ini lebih singkat dibanding tahun 2016. Hingga akhir masa status siaga Karhutla akhir November nanti, jumlah titik api dipastikan masih akan bertambah.
Hal ini menurut Sunarto, beberapa daerah di Kabupaten Banjar jelang masa panen. Lazimnya, titik api rutin bertambah di masa panen padi yang disebabkan dari kebiasaan para petani membakar lahan persawahannya pasca panen.
“Beberapa wilayah jelang masa panen padi ada di Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar, Aluh-aluh hingga Beruntung Baru. Kebiasaan petani, purna panen tumpukan jerami di areal persawahan dibakar,†kata Noor Sunarto.
Untuk mengetahui penyebab umum terjadinya karhutla di Kabupaten Banjar, Sunarto menyampaikan, akan melakukan kajian bersama Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan (Bappelitbang) Kabupaten Banjar.
Dari hasil kajian itu nantinya, diharapkan ada solusi menekan karhutla yang diakuinya sebagian besar disebabkan unsur kesengajaan. Salahs atunya sengaja membakar untuk membuka lahan pertanian baru dan pasca panen.
“Apapun alasannya, membakar lahan dilarang. Hanya karena sudah menjadi budaya masyarakat, menjadi sedikit sulit menghilangkannya,†ujar Noor Sunarto. (rudiyanto)
-
HEADLINE2 hari yang laluMama Sinta Dijemput Jet Pribadi Sebelum Laporkan Film Pesta Babi
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Antar Kepulangan HM Haridi ke Peristirahatan Terakhir
-
Bisnis2 hari yang laluEkspor Batu Bara, CPO, Ferro Alloy Lewat Satu Pintu Berlaku 1 Juni 2026
-
Bisnis17 jam yang laluEkspansi Bisnis Jhonlin Group, Akuisisi Saham PACK Senilai Rp936,65 Miliar
-
HEADLINE2 hari yang laluKloter BDJ 01 Bersiap Kembali ke Tanah Air, Tiba 4 Juni di Bandara Syamsudin Noor
-
HEADLINE18 jam yang laluHarga BBM Solar Pertamina Turun, Dexlite Kini Rp23.000

