ACT KALSEL
Kapal Ramadan Tiba, Ratusan Warga Pulau Matasiri Bersuka Cita
KOTABARU, Tepat di awal bulan Juni 2019, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil mengantarkan amanah warga Kalsel berupa paket lebaran untuk warga di Pulau Matasiri, Kabupaten Kotabaru. Suka cita mewarnai kedatangan Kapal Ramadan yang dikawal oleh 17 relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalsel.
“Alhamdulillah senang sekali ada bantuan untuk kami, kebetulan semua bahan makanan kami habis tertimbun, bantuan ini sangat berharga bagi kami,†ucap Misrani, salah satu warga.
Misrani adalah salah satu warga yang menjadi korban bencana tanah longsor sebulan yang lalu. “Rumah Saya tertimbun tanah, tidak ada harta benda yang terselamatkan,†kisahnya sembari memperlihatkan gundukan tanah yang dulu merupakan tempat rumahnya berdiri. “Terima kasih ACT dan para donatur semua,†pungkasnya.
Para relawan tampak lega. Perjalanan 15 jam mengarungi lautan berbuah kehangatan. “Alhamdulillah akhirnya satu ton bantuan pangan dan sandang bisa kami sampaikan meski harus melewati gelombang yang kurang bersahabat,†tutur Ketua MRI Kotabaru Hamas Al Qosam. “Kami menggunakan kapal nelayan dan kebetulan ombak besar terjadi di perairan Matasiri,†imbuhnya.


Hamas menceritakan bahwa kapal berangkat dari Pelabuhan Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu pada Jumat (31/5) malam dan tiba di Pulau Matasiri pada Sabtu (1/6) pagi.
Koordinator Program ACT Kalsel Muhammad Budi Rahman Wahid mengaku senang dengan keberhasilan pengiriman paket lebaran ke Pulau Matasiri. Ia juga bangga dengan ketangguhan para relawan yang telah mengawal bantuan. “Bantuan ini adalah amanah para dermawan, semoga bisa menjadi pelipur lara bagi para korban longsor yang sebentar lagi akan menyambut lebaran idul fitri. Terima kasih dermawan dan para relawan,†ucap Budi.
Plt Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin juga menyampaikan apresiasinya untuk para relawan yang masih gigih berbuat bahkan di penghujung Ramadan. “Luar biasa kiprah para relawan MRI Kalsel. Dari awal hingga menjelang akhir Ramadan ini terus menunjukkan dedikasinya untuk kemanusiaan. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang berlipat. Aamiin,†ujar Zainal.
Zainal Arifin menjelaskan bahwa program Kapal Ramadan dirancang memang untuk menjangkau lokasi-lokasi sulit dan terpencil khususnya di wilayah kepulauan. Salah satu pulau di Kalsel yang memerlukan perhatian saat ini adalah Pulau Matasiri di Kabupaten Kotabaru. Bencana longsor sebulan yang lalu bukan hanya menimbun harta mereka, tapi juga harapan. Akses yang sulit membuat warga terbiasa membeli bahan makanan untuk sebulan lamanya.
“Dengan melayarkan Kapal Ramadan ke Pulau Matasiri, artinya kita telah membangkitkan kembali harapan mereka. Bahwa masih banyak yang peduli dan memperhatikan mereka,†tutur Zainal. (retno/act)
-
HEADLINE2 hari yang laluGaya Istri Gubernur Kalteng Kala Masyarakat Hirup Asap Pekat Karhutla
-
Kalimantan Tengah2 hari yang laluAsap di Palangka Raya Batasi Jarak Pandang Kurang dari 100 Meter
-
Kota Banjarbaru22 jam yang laluHadir di Tengah Asap, Wali Kota Banjarbaru Semangati Relawan Karhutla
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluLahan di Guntung Ujung Terbakar, Petugas DPKP Kabupaten Banjar Padamkan dalam Waktu Cepat
-
HEADLINE21 jam yang laluProfil Gus Kikin: Pengasuh Ponpes Tebuireng, Ketum PBNU 2026-2031
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluTerpapar Asap Karhutla, Sekda HSU Imbau Warga Jaga Kesehatan


