HEADLINE
Mencari 11 Anggota DPR RI Dapil Kalsel Tapi Tak Pernah Muncul di Banua
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Mahasiswa kembali dikecewakan dalam unjuk rasa “Reformati Indonesia” Jilid II karena tak satu pun 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel yang dijanjikan datang tak kunjung muncul, Jumat (19/6/2026) siang
Akibatnya mahasiswa mengekspresikan kekecewaan dengan aksi “Tabur Bunga” di atas flyer 11 wakil rakyat Kalsel di Senayan
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK bersama sejumlah wakil rakyat nampak ikut menabur bunga di tengah kerumunan massa.
Koordinator Lapangan Ahmad Munawir Sazali mengatakan, aksi simbolik ini bermakna meninggalnya hati nurani 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel.
“Bentuk tabur bunga ini atas bentuk meninggalnya hati nurani 11 anggota DPR RI Dapil Kalimantan Selatan,” tegas Nawir.
Mahasiswa menyatakan tetap mencari wakil rakyat Banua di lembaga legislatif pusat tersebut, meskipun sudah berdialog dengan DPRD Kalsel.
Baca juga: HMI se Kalsel Layangkan Delapan Tuntutan ke Wakil Rakyat
“Kami berharap sebelas orang ini hadir berdialektika di sini mendengarkan keresahan mahasiswa dan masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Presma DEMA UIN Antasari itu.
Untuk kali kedua, mahasiswa menyatakan sikap mosi tidak percaya terhadap 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel. Mereka kecewa sebab perwakilan masyarakat Banua di Jakarta memilih tidak hadir untuk berdiskusi secara langsung.
“Daerah yang dulu mereka datangi untuk mencari dukungan kini seolah diabaikan ketika masyarakat membutuhkan ruang dialog dan pertanggungjawaban,” tutur Nawir.
Para wakil Kalsel yang ada di Senayan dipilih oleh warga Banua, sudah sepatutnya masyarakat meminta tanggung jawab mereka atas masalah yang terjadi baik di skala lokal maupun nasional—terlebih isu yang diangkat dalam aksi kali ini banyak menyangkut persoalan nasional.
Dengan demikian, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari ini menganggap kehadiran DPRD Kalsel saja tidak cukup karena wewenang pemangku kebijakan pusat ada di ranah DPR RI.
“DPRD Kalsel tidak dapat menggantikan peran DPR RI karena kewenangan keduanya berbeda,” terang Nawir.
Mahasiswa akan terus memantau tindak lanjut dan transparansi atas tuntutan yang dilayangkan ke DPRD Kalsel dan DPR RI Dapil Kalsel.
“Transparansi dari bapak (H Supian HK) bagaimana pengantaran dan apa yang bapak sampaikan di Senayan sana,” pungkasnya.
Senada, Ketua BEM Uniska MAB Muhammad Arifin menegaskan bahwa mahasiswa akan selalu mencari DPR RI Dapil Kalsel di tiap parlemen jalanan.
Dia juga mengingatkan bahwa jangan sampai sebelas perwakilan rakyat Kalsel di DPR RI abai akan isu atau kebijakan di Banua sekarang.
“Jangan sampai saat Pemilu mereka hanya datang mencari suara-suara rakyat Kalimantan Selatan,” tekan Arifin.
Sementara itu, Koordinator Pusat BEM se Kalsel M Irfan Naufal mengatakan, anggota DPR RI Dapil Kalsel tidak punya keberanian menemui pengunjuk rasa mahasiswa.
Bisa dilihat dari 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel, tidak ada satupun yang datang, terlepas oleh semua alasannya.
“Balasannya pun ada kunjungan dan rapat, tapi yang lain ke mana,” tanya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin itu.
Semangat Membara Walau Sedikit Massa

Aksi unjuk rasa Aliansi BEM Kalsel “Reformati Indonesia” Jilid II di depan gedung DPRD Kalsel, Jumat (19/6/2026) siang. Foto: fahmi
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se Kalsel datang ke Rumah Banjar untuk melakukan unjuk rasa “Reformati Indonesia”, Jumat (19/6/2026) siang pukul 15.00 Wita.
Aksi ini dilatarbelakangi kekecewaan mahasiswa atas ketidakhadiran DPR RI Dapil Kalsel dalam demo jilid pertama, padahal isu yang diangkat bukan hanya soal daerah tetapi juga nasional.
Dengan jumlah massa yang tidak sebanyak sebelumnya, semangat mahasiswa untuk memperjuangkan nasib masyarakat Banua tetap menggelora.
Baca juga: Aliansi BEM Kalsel Kembali Berunjuk Rasa, Mahasiswa Kembali Dikecewakan
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK ditemani Wakil Ketua DPRD dan perwakilan Komisi IV keluar menemui mahasiswa pada pukul 15.42 Wita.
Sekali lagi, mahasiswa harus menelan pil pahit dalam unjuk rasa kedua ini ketika tahu bahwa DPR RI Dapil Kalsel tidak muncul di hadapan massa.
Mahasiswa yang kecewa kemudian melakukan aksi “Tabur Bunga” yang bermakna meninggalnya hati nurani DPR RI Dapil Kalsel.
Di atas flyer bergambar 11 perwakilan rakyat Kalsel di Senayan, mahasiswa menabur bunga bersama pimpinan DPRD Kalsel.
Dengan ini, mahasiswa kembali mendeklarasikan Mosi Tidak Percaya terhadap DPR RI Dapil Kalsel dan berkomitmen akan terus mencari kesebelas anggota legislatif pusat tersebut di tiap aksi.
Dialog Mahasiswa dan DPRD Kalsel

Aksi unjuk rasa Aliansi BEM Kalsel “Reformati Indonesia” Jilid II di depan gedung DPRD Kalsel, Jumat (19/6/2026) siang. Foto: fahmi
Meski tidak ada satu pun anggota DPR RI Dapil Kalsel, mahasiswa memutuskan berdialog dengan pimpinan DPRD Kalsel yang menemui massa.
Mahasiswa menyampaikan hasil kajian dari 4 tuntutan yang dilayangkan. Perwakilan mahasiswa membaca satu persatu poin tuntutan yang kemudian ditanggapi wakil rakyat Kalsel.
Pertama melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan aspek: moratorium sementara untuk evaluasi menyeluruh
transparansi dan akuntabilitas hasil evaluasi, menolak praktik oligarki dan konflik kepentingan,
mengutamakan pemberdayaan ekonomi rakyat, pengembalian fokus program sesuai amanat regulasi, audit publik dan pengawasan berkala.
Kedua, mendesak pemerintah pusat untuk melakukan penyesuaian harga BBM yang memperhatikan perekonomian rakyat
Ketiga, membatalkan Revisi Undang-Undang Polri dan mendesak agar melakukan reformasi polri secara utuh
Keempat, mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk memprioritaskan kesejahteraan pendidikan khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Dialog ditutup dengan pembacaan puisi oleh dua perwakilan mahasiswa di atas gambar Gubernur Kalsel H Muhidin dan Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman bertuliskan RIP 2024-2026 yang telah ditaburi bunga.
Ketua DPRD Kalsel Menyetujui Semua Tuntutan Mahasiswa
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK menyepakati semua tuntutan mahasiswa, dibuktikan dengan penandatanganan surat tuntutan massa.
Dia berjanji akan meneruskan aspirasi mahasiswa dari Aliansi BEM se Kalsel ke DPR RI pada Senin (22/6/2026) mendatang.
Pihaknya sekaligus akan membawa aspirasi HMI se Kalsel ke pusat dari aksi yang lebih dulu dilakukan 1 hari sebelumnya.
“Nanti ditindaklanjuti sesuai ranahnya Komisi-Komisi yang menangani, misalnya Komisi III menyangkut dengan kepolisian,” kata H Supian HK.
DPRD Kalsel berkomitmen seluruh masukan dari mahasiswa akan jadi bahan evaluasi dari pihaknya.
“Supaya nanti bisa didengar oleh 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel yang dicari oleh adik-adik tadi,” tutupnya.
Dalam unjuk rasa ini, salah satu anggota DPR RI Dapil Kalsel Rikwanto mengonfirmasi ketidakhadiran lewat surat yang dikirimkan ke DPRD Kalsel.
Rikwanto menyebut alasan dirinya tidak datang ke Banua karena menghadiri agenda yang dijadwalkan sebelumnya yakni persiapan kunjungan kerja dan tapat tim perumus Undang-Undang perampasan aset.
“Dengan penuh hormat dan permohonan maaf sebesar-besarnya, saya menyampaikan bahwa tidak dapat berhadir karena di waktu bersamaan saya harus menunaikan tugas kedewanan negara,” tulis Rikwanto dalam suratnya yang dibacakan Wakil Ketua DPRD Kalsel Muh Alpiya Rakhman.
Kendati demikian, Rikwanto berkomitmen membuka pintu komunikasi dan siap menerima salinan resmi berupa tuntutan dan pernyataan sikap dari Aliansi BEM se Kalsel secara tertulis.
“Dokumen aspirasi tersebut dikirimkan ke gedung DPR MPR DPD RI untuk kemudian saya pelajari secara mendalam di tingkat pusat melalui komisi atau fraksi di DPR RI,” tandasnya.
Unjuk rasa “Reformati Kalsel” Jilid II di Banjarmasin berakhir sekitar pukul 17.50 Wita. Mahasiswa lagi-lagi pulang dengan rasa kecewa. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluTata Ulang Kawasan Simpang Empat Banjarbaru, Pedagang Bongkar Sendiri Bangunan
-
DPRD BANJARBARU2 hari yang laluKetua DPRD Banjarbaru Gusti Rizky Diganti
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluKafilah HSU Dilepas Menuju MTQ Ke-37 Kalsel di Batola
-
DPRD BANJARBARU2 hari yang laluDPRD Banjarbaru Sahkan Dua Perda
-
Kalimantan Selatan21 jam yang laluHMI se Kalsel Layangkan Delapan Tuntutan ke Wakil Rakyat
-
Hukum1 hari yang laluLima Tersangka dari 128,7 Kg Sabu Jaringan Narkoba Lintas Provinsi


