Kota Banjarmasin
Digitalisasi UMKM Banjarmasin “Kota Masa Depan: Berani Digital”
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin resmi terpilih sebagai kota ke-17 yang mengikuti program Kota Masa Depan: Berani Digital.
Head of Expansion Operations Territory Grab Indonesia, Yose Tireza Arizal mengatakan, tingginya potensi UMKM Banjarmasin menjadi alasan mengapa kota berjuluk Seribu Sungai dipilih.
Diketahui, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin baru membimbing 10 persen UMKM, sehingga pihaknya ingin menambah persentase UMKM yang dapat bimbingan.
Baca juga: Gagalkan 128,7 Kg Sabu, Kapolda Kalsel: Akan Diedarkan ke Daerah Pertambangan

Head of Expansion Operations Territory Grab Indonesia, Yose Tireza Arizal. Foto: fahmi
“Karena kalau misalnya kita bisa minimal 30 sampai 40 persen yang kita bisa guide untuk kita melakukan pelatihan, luar biasa banget sih,” ujarnya usai peresmian Kota Banjarmasin dalam Kota Masa Depan, Kamis (18/6/2026) siang.
Pengembangan UMKM yang belum terjamah ini diberikan pendekatan training lebih dominan agar lebih terarah dalam mengembangkan bisnisnya.
Yose menjelaskan, Kota Masa Depan: Berani Digital adalah upaya mempercepat digitalisasi UMKM di Kota Banjarmasin, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari potensi khas daerah.
Program ini merupakan kolaborasi antara Grab Indonesia, OVO bersama OVO Finansial, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Pemerintah Kota Banjarmasin, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Tujuannya mempercepat digitalisasi UMKM di Kota Banjarmasin, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari potensi khas daerah,” ungkapnya.
Baca juga: Tata Ulang Kawasan Simpang Empat Banjarbaru, Pedagang Bongkar Sendiri Bangunan

Dalam program ini, puluhan pengusaha UMKM dan ekonomi kreatif di Banjarmasin mendapatkan pelatihan serta pendampingan secara intensif, mulai dari pendampingan masuk ekosistem digital, tips-tips mengembangkan usaha, meningkatkan visibilitas produk, pelatihan digital, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial
Intelligence (AI) untuk mendukung produktivitas usaha.
Di samping itu, pengusaha UMKM turut mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan usaha dan akses pendanaan digital yang lebih inklusif agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dalam rangka memperkuat kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan, sebanyak 25 UMKM terpilih berdasarkan hasil seleksi tim GrabModal Mantul akan mendapatkan modal usaha melalui Program GrabModal Mantul guna mendorong pengembangan usaha mereka.
Mitra yang mendapatkan modal usaha dipilih berdasarkan serangkaian kriteria penilaian risiko dan performa usaha yang ditetapkan secara objektif oleh GrabModal Mantul, sejalan dengan prinsip tata kelola yang bertanggung jawab.
“Melalui penguatan modal ini, para pemilik usaha diharapkan tidak hanya mampu menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian di Kota Banjarmasin secara berkelanjutan,” jelasnya.
Dengan semangat Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan, program ini membuka jalan
yang lebih luas bagi pengusaha UMKM dan ekonomi kreatif terhadap teknologi digital, pengembangan usaha, perluasan pasar, hingga akses permodalan melalui berbagai inisiatif seperti GrabModal by OVO Finansial.
Kehadiran akses pembiayaan digital ini menjadi salah satu dukungan penting bagi pengusaha UMKM guba mengembangkan usaha, menambah kapasitas produksi, hingga memperluas operasional bisnis mereka.
Hingga kini, lebih dari 445.000 Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi di seluruh Indonesia telah mengakses pendanaan senilai lebih dari Rp6 triliun melalui GrabModal by OVO Finansial sejak layanan pendanaan ini diluncurkan.
Yose menegaskan, Kota Masa Depan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Grab Indonesia dan OVO serta OVO Finansial dalam mempercepat digitalisasi UMKM di kota-kota kecil, dengan mengedepankan semangat ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari identitas dan potensi lokal. Pihaknya ingin menghadirkan dukungan yang dibutuhkan oleh pengusaha UMKM di daerah, agar mereka bisa lebih adaptif dan berkembang.
“Bersama pemerintah, kami mendorong pemberdayaan UMKM melalui akses yang lebih luas terhadap teknologi, pasar, peningkatan kapasitas usaha, hingga akses permodalan melalui GrabModal by OVO Finansial,” tukasnya.
GrabModal by OVO Finansial percaya bahwa ketika UMKM semakin adaptif terhadap era digital, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda. Foto: fahmi
Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda menyebut Kota Masa Depan adalah upaya bersama dalam memperkuat daya saing UMKM di daerah.
“Potensi UMKM di Banjarmasin terus berkembang, khususnya di sektor perdagangan, kuliner, dan ekonomi kreatif,” ucapnya.
Meski begitu, ada sejumlah tantangan yang dialami pengusaha-pengusaha UMKM, seperti keterbatasan akses permodalan, literasi digital, sampai perluasan akses pasar.
“Kami berharap pengusaha UMKM dapat semakin adaptif dan berdaya saing, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya.

Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Kementerian UMKM RI Yogia Prihartiny. Foto: fahmi
Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Kementerian UMKM RI Yogia Prihartiny menekankan bahwa transformasi digital UMKM harus terus diperluas supaya tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah dengan potensi ekonomi lokal yang kuat, seperti Banjarmasin.
Transformasi digital UMKM sekarang bukan sekadar hadir di platform online, melainkan bagaimana UMKM bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing.
“Adopsi teknologi seperti kecerdasan buatan akan semakin relevan untuk membantu UMKM berkembang lebih adaptif dan efisien,” tuturnya.
Dukungan ekosistem yang menyeluruh, mulai dari pendampingan hingga akses pendanaan digital melalui GrabModal by OVO Finansial, juga menjadi penting agar UMKM di daerah dapat berkembang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Wakil Sekretaris Umum APINDO, Anggana Bunawan mengatakan, penguatan UMKM di daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar pemilik usaha busa memanfaatkan peluang pertumbuhan secara lebih optimal.
“Saat ini masih banyak UMKM yang menghadapi tantangan, mulai dari akses pasar, pembiayaan, keterhubungan dengan rantai nilai yang lebih besar, hingga peningkatan kapasitas usaha,” kata Anggana.
Program seperti Kota Masa Depan menjadi penting karena menghadirkan pendampingan dan ekosistem yang membantu pengusaha UMKM lebih siap berkembang, memanfaatkan peluang digital, dan secara bertahap naik kelas.
Selain peningkatan kapasitas dan akses pasar, UMKM juga perlu didukung dengan akses keuangan yang inklusif, agar pengusaha UMKM memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang.
Asisten Direktur Divisi PEPK dan LMS OJK Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi beberapa inisiatif yang mendukung peningkatan literasi dan akses keuangan bagi UMKM.
Faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha salah satunya adalah akses terhadap layanan keuangan formal yang aman dan bertanggung jawab.
“Akses terhadap layanan keuangan formal yang aman dan bertanggung jawab merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha,” imbuhnya.
Seiring meningkatnya pemanfaatan layanan keuangan digital, OJK terus mendorong peningkatan literasi keuangan agar masyarakat dan pengusaha UMKM dapat memanfaatkan berbagai layanan keuangan secara optimal, sekaligus menjaga kerahasiaan data pribadi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan digital.
Kebutuhan untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM ini menjadi semakin relevan di kota-kota dengan potensi ekonomi lokal yang terus bertumbuh seperti Banjarmasin.
Pada 2025, Banjarmasin mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,66 persen yang ditunjang oleh berbagai sektor, termasuk kuliner, akomodasi, dan pariwisata. Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh keberadaan lebih dari 26 ribu UMKM, yang menggambarkan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat serta peran signifikan UMKM dalam menjaga perputaran ekonomi di Kota Seribu Sungai tersebut.
Hingga saat ini, program Kota Masa Depan sudah menjangkau kota-kota kecil dari Barat hingga Timur Indonesia.
Sejumlah pencapaian positif dari program ini, diantaranya lebih dari 200.000 UMKM di kota-kota kecil telah terdigitalisasi melalui program Kota Masa Depan.
Lebih dari 5.200 pedagang pasar tradisional telah go digital melalui inisiatif GrabMart Pasar.
Sejak 2021, akses pembiayaan senilai lebih dari Rp6 triliun telah disalurkan kepada lebih dari 445.000 Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi melalui layanan GrabModal by OVO Finansial.
Sejak 2018, digitalisasi UMKM di ekosistem Grab telah menciptakan lebih dari 4,6 jutapeluang kerja di Indonesia.
Satu dari lima Mitra Merchant Grab merupakan Generasi Z yang memulai bisnis pertamanya melalui platform Grab, mencerminkan munculnya generasi baru wirausaha digital.
Grab percaya bahwa masa depan kota-kota kecil memiliki peran penting dalam membentuk pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih merata. Dengan potensi lokal yang kuat dan dukungan ekosistem digital yang tepat, UMKM di berbagai daerah memiliki peluang untuk berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.
Melalui Program Kota Masa Depan, Grab terus mendampingi perjalanan pemilik usaha lokal agar dapat tumbuh bersama komunitasnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
Kabupaten Kotabaru2 hari yang laluKecelakaan Laut di Perairan Kotabaru, Satu Hilang Kapten Kapal Meninggal
-
HEADLINE3 hari yang laluUnjuk Rasa “Reformati Indonesia” di Banjarmasin, Mosi Tak Percaya Wakil Rakyat Kalsel
-
DPRD BANJARBARU1 hari yang laluKetua DPRD Banjarbaru Gusti Rizky Diganti
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluKafilah HSU Dilepas Menuju MTQ Ke-37 Kalsel di Batola
-
DPRD BANJARBARU1 hari yang laluDPRD Banjarbaru Sahkan Dua Perda
-
Kalimantan Selatan2 hari yang lalu3.232 Orang Menutup Gelombang Pertama Debarkasi Haji Banjarmasin


