Connect with us

RELIGI

Maniah Asal Kotawaringin Barat Wafat di Tenda Arafah

Diterbitkan

pada

Jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, atas nama Maniah Abdullah Ibai (64), berpulang ke rahmatullah pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 13.25 Waktu Arab Saudi. Foto: kemenhajkalsel

KANALKALIMANTAN.COM, MEKKAH – Berita duka datang dari Padang Arafah. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, atas nama Maniah Abdullah Ibai (64), berpulang ke rahmatullah pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 13.25 Waktu Arab Saudi.

Menerima kabar duka tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan selaku Ketua PPIH Embarkasi Haji Banjarmasin, Dr  H Eddy Khairani, langsung melakukan pengecekan kebenaran informasi melalui petugas Kloter BDJ 05 asal Kalimantan Tengah.

“Pada pukul 20.05 Wita, kami menerima konfirmasi kebenaran berita duka tersebut. Atas nama seluruh keluarga besar Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan dan PPIH Embarkasi Banjarmasin, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Maniah Abdullah Ibai, jamaah asal Kotawaringin Barat,” ujarnya dikutip dari kalsel.haji.go.id

Baca juga: Pantai Teluk Tamiang: Mutiara Tersembunyi di Pelosok Kotabaru 

Eddy Khairani berpesan kepada seluruh petugas Kloter agar tidak lelah mengingatkan para jamaah untuk mengonsumsi air putih yang cukup, guna menghindari dehidrasi yang kadang datang tanpa disadari.

“Memang rata-rata jemaah takut minum banyak air dengan alasan agar tidak sering buang air kecil. Namun, karena alasan tersebut, ada di antara jemaah yang mengalami dehidrasi, yang dapat memicu kambuhnya penyakit yang sebelumnya pernah dialami (komorbid),” tegasnya.

Dikonfirmasi terkait sebab meninggalnya jamaah yang berusia 64 tahun tersebut, Petugas Kesehatan Kloter BDJ 05, dr Tania, menyampaikan bahwa Pra ARMUZNA, almarhumah sempat sakit awalnya mengeluhkan sesak napas, saturasi oksigen 85% tanpa bantuan oksigen, serta menolak makan.

Almarhumah dirujuk ke RS Al Noor dan dirawat selama 5 hari, dinyatakan diperbolehkan pulang kembali kloter. Saat menuju Arafah, kondisinya stabil, namun setibanya di Arafah kembali mengalami sesak napas dan dibawa ke klinik Arafah.

Baca juga: Desa Pihaung Potong Sapi Kurban Presiden RI Seberat 950 Kg

“Di klinik dilakukan tindakan pemasangan infus dan pemberian obat-obatan, namun Allah berkehendak lain. Beliau meninggal dunia dengan sebab cardiac arrest, distress napas, dan pneumonia,” jelas dr Tania.

Sebelumnya, Muhammad Darmawan (66 tahun) asal Seruyan, Kalimantan Tengah, meninggal pada 15 Mei 2026 akibat syok kardiogenik.

Dengan demikian, sudah dua jemaah haji asal Embarkasi Banjarmasin meninggal dunia di Tanah Suci. (Kanalkalimantan.com/kk)

Reporter: kk
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca