Connect with us

Kabupaten Banjar

Gelar Rakor Kecamatan, Bupati Banjar Menitikberatkan Pembahasan 4 Program

Diterbitkan

pada

Rapat Koordinasi Kecamatan di Aula Barakat, Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (25/5/2026) siang. Foto: DKISP Banjar

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi Kecamatan di Aula Barakat, Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (25/5/2026) siang dan dipimpin langsung oleh Bupati Banjar H Saidi Mansyur

Rapat yang dihadiri Sekretaris Daerah H Yudi Andrea, kepala SKPD terkait, para camat serta kepala bagian Setda Banjar itu menitikberatkan pembahasan pada empat program prioritas, yakni penanggulangan stunting, Kabupaten Layak Anak (KLA), pencegahan narkoba, dan percepatan penyaluran bantuan bencana.

Bupati Banjar mengatakan angka stunting di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar masih cukup tinggi dan memerlukan perhatian bersama.

Baca juga: Kuartal I Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,67 Persen

Berdasar hasil evaluasi pada rapat sebelumnya, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tingginya angka stunting di lapangan.

“Masalah utama terletak pada proses pengukuran di lapangan. Kader Posyandu yang sering diganti-ganti menjadi salah satu kendala sehingga data yang dihasilkan kurang akurat.

Selain itu, faktor pola asuh keluarga, kondisi ekonomi, sanitasi dan pendidikan juga mempengaruhi,” ujar Saidi.

Ia menegaskan proses pengukuran balita harus dilakukan sesuai standar. Anak usia di bawah dua tahun harus diukur dalam posisi berbaring, sedangkan anak di atas dua tahun diukur dalam posisi berdiri.

Baca juga: Pemkab HSU Resmikan Tiga Desa Cinta Statistik

Bupati meminta kepala desa atau pembakal tidak terlalu sering mengganti kader Posyandu agar data yang diperoleh lebih konsisten dan meminta Dinas Kesehatan memperkuat pendampingan bersama camat dan Dinas Sosial guna mengoptimalkan upaya pencegahan stunting.

Pada program Kabupaten Layak Anak juga menjadi perhatian dalam rakor tersebut bupati mengungkapkan masih terdapat keterbatasan fasilitas pendukung, seperti sekolah ramah anak dan minimnya masjid ramah anak yang memiliki legalitas.

Ia meminta para camat bersama jajaran Tata Pemerintahan (Tapem) mengawal pemenuhan sarana dan kegiatan pendukung KLA, termasuk penyediaan toilet gender di setiap perangkat daerah.

Baca juga: Pencegahan peredaran Narkoba, Pemkab Banjar Perkuat Sinergi P4GN

Rapat koordinasi juga membahas percepatan penyaluran bantuan bencana yang menurut bupati kehadiran pemerintah daerah saat terjadi bencana sudah berjalan cukup baik melalui respons cepat BPBD dan Dinsos terhadap laporan masyarakat, camat maupun kepala desa.

Meski demikian, ia berharap bantuan berupa barang maupun anggaran dapat segera disalurkan kepada penerima manfaat dan tidak dialihkan ke pos lain.

“Bantuan berupa barang dan anggaran diharapkan segera disalurkan kepada penerima agar tidak dialihkan ke pos lain,” harap dia.

 

Sementara itu, dalam upaya pencegahan narkoba, Saidi mengatakan Pemkab Banjar melalui Badan Kesbangpol terus berkoordinasi dengan Polres Banjar.

Luas wilayah Kabupaten Banjar yang berbatasan dengan sejumlah kabupaten/kota dinilai rawan menjadi jalur peredaran narkoba.

“Sosialisasi dan koordinasi dengan camat sangat penting untuk menekan peredaran narkoba. Kesbangpol diminta menyampaikan langkah teknis pencegahan agar bisa didorong secara masif sampai di tingkat desa,” katanya.

Pemkab Banjar berharap empat program prioritas tersebut dapat terus dikawal secara optimal sehingga pelaksanaannya berjalan efektif dan data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar)

Editor: Dhani


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca