Kabupaten Banjar
Hentikan Praktik Open Dumping Sampah Sejak 2025, Menteri LH Apresiasi Pemkab Banjar
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banjar yang telah menghentikan praktik open dumping sampah sejak awal 2025.
Apresiasi itu disampaikannya saat menghadiri Apel Siaga dan kegiatan korve (kerja bakti) dalam rangka Gerakan Indonesia Asri serta kunjungan kerjanya di Taman Cahaya Bumi Selamat dan Pasar Batuah, Senin (20/4/2026) siang.
Bertindak sebagai pembina apel, Hanif menyampaikan bahwa gerakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional pusat dan daerah 2 Februari 2026.
Baca juga: Tantangan Banjarbaru sebagai Ibu Kota Kalsel di Usia 27 Tahun

Dalam arahan tersebut, pemerintah daerah diminta melaksanakan korve setiap hari atau minimal sekali dalam sepekan.
“Korve ini sebagai upaya bersama untuk perbaikan lingkungan pada waktu tertentu. Dalam konteks Indonesia Asri, korve dimaknai sebagai kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing yang diharapkan mampu menstimulasi masyarakat sekitar,” ujar Hanif.
Usai apel, Hanif didampingi Saidi Mansyur, Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi, serta Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Banjar Nurgita Tiyas melakukan korve dengan membersihkan lingkungan Pasar Batuah.
Baca juga: Hari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”

Kegiatan ini juga diikuti unsur Forkopimda, perwakilan SKPD Kabupaten Banjar, pelajar, Satgas Gerakan Pramuka, jajaran Perusda Pasar Bauntung Batuah, serta Bank Sampah Induk dan unit se-Kabupaten Banjar.
Dalam keterangannya, Hanif menegaskan bahwa tata kelola sampah menjadi perhatian bersama karena merupakan persoalan mendasar yang harus ditangani.
Ia menyebutkan Kabupaten Banjar menghasilkan sekitar 362 ton sampah per hari, dengan 265 ton telah dikelola melalui TPA Kencana menggunakan sistem controlled landfill. Namun, masih terdapat sekitar 27 persen sampah yang perlu penanganan serius.
Menurut dia, langkah selanjutnya adalah mengurangi secara bertahap sampah organik yang masuk ke TPA dengan mendorong pemilahan dari sumbernya.
Baca juga: LPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung

Sementara itu, Bupati Banjar H Saidi Mansyur menegaskan komitmen dan upaya pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan wilayah, diantaranya dengan penyediaan anggaran, sarana, dan prasarana guna meningkatkan pengelolaan sampah.
“Kegiatan kebersihan ini dilakukan dengan semangat kebersamaan melalui korve untuk mencapai tujuan daerah yang bersih,” ujar dia.
Saidi juga menambahkan bahwa sosialisasi pemilahan sampah dari rumah tangga telah dilakukan dari tingkat kecamatan hingga desa dengan memberdayakan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
Menurut bupati, langkah tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
“Melalui pilah sampah dari hulu memberikan dampak positif dan nilai ekonomis bagi KSM dan masyarakat, sehingga mendorong kemandirian dalam pengelolaan sampah,” pungkas Saidi. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar)
Editor: Dhani
-
kampus2 hari yang laluPJTD LPM Warta JITU 2026 Mendidik Calon Jurnalis Muda
-
Kalimantan Timur2 hari yang laluTim Ahli Gubernur Kaltim Diminta Benahi Kebijakan Rudy Mas’ud
-
Kriminal Banjarmasin2 hari yang laluPengeroyokan di Sungai Andai Banjarmasin, Tiga Remaja Diringkus Polisi
-
HEADLINE2 hari yang laluPertamax Turbo Naik Tajam, Ini Kata Bahlil
-
Infografis Kanalkalimantan1 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Bisnis1 hari yang laluLPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung






