Kota Banjarmasin
Ramai Pengunjung Akhir Pekan, Perpustakaan RTH Kamboja Tutup di Hari Minggu
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Perpustakaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja Banjarmasin tidak melayani pengunjung pada hari Minggu. Kondisi tidak membuka layanan saat hari libur itu menuai kritik dari komunitas Gemar Belajar (Gembel).
Koordinator Komunitas Gembel, Gaga menganggap fenomena tersebut sebagai sebuah ironi dalam wajah pelayanan publik.
“Justru hari Minggu ruang publik seperti perpustakaan itu harus hidup untuk warga, terutama anak-anak serta keluarga yang menjadi kesempatan luas untuk mereka mengakses pengetahuan di luar rutinitas sekolah dan kerja,” ujar Gaga.
Baca juga: Tolak Taman Nasional Meratus, Walhi Kalsel: Dalih Konservasi yang Tidak Berpihak

Hal ini dibuktikan dengan ramainya anak-anak yang mencari buku di lapak komunitas yang rutin mereka digelar pada hari Minggu.
“Ini menegaskan bahwa adanya kebutuhan riil yang belum direspons secara optimal oleh pemerintah kota,” jelasnya.
Menurut Gaga, ada beberapa kelebihan strategis apabila Perpustakaan RTH Kamboja Banjarmasin buka pada hari Minggu.
Baca juga: Kampung Sasirangan Banjarmasin Dijadikan Kampung Oleh-oleh
Pertama, menjangkau lebih banyak pembaca terutama anak-anak, pelajar, serta warga yang pada hari kerja terikat oleh kewajiban sekolah maupun pekerjaan.
Kedua, memperkuat fungsi RTH Kamboja sebagai ruang publik yang edukatif, inklusif, dan berkelanjutan melalui perpustakaan yang hadir di hari libur.
Ketiga, menjadi alternatif ruang belajar yang aman, murah, dan bermakna, sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
Baca juga: Wali Kota Banjarbaru Sambut Khusus Atlet Peraih Medali APG Thailand
Baginya, perpustakaan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simpul kehidupan intelektual warga. Pemerintah dan instansi terkait perlu mengevaluasi kebijakan layanan perpustakaan berbasis kebutuhan warga termasuk pembukaan layanan di hari Minggu.
Dia berharap RTH Kamboja bisa tumbuh sebagai ruang belajar publik yang terbuka, adaptif, dan berpihak pada kebutuhan warga.
“Perpustakaan semestinya tidak hanya hadir sebagai simbol literasi, tetapi sebagai praktik nyata pemerataan akses pengetahuan,” pungkas Gaga. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMasuk Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Banjarbaru Cek Kesiapan SRT 2
-
Olahraga2 hari yang laluMusprov Luar Biasa Kormi Kalsel Digelar
-
DPRD Kota Palangka Raya2 hari yang laluAnggota DPRD Minta Pemko Palangka Raya Adopsi Program Bantuan Persalinan
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluFestival Mesiwah Pare Gumboh VIII Digelar di Desa Liyu
-
DPRD Kota Palangka Raya1 hari yang laluAnggota DPRD Palangka Raya Mendorong Penanganan Kawasan Kumuh
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluTRC BPBD Kalsel Tangani Tiga Titik Karhutla di Banjarbaru


