Kabupaten Banjar
Kanalkalimantan Peduli Antar Bantuan untuk Guru MI Nurul Fata dan RT 02 Antasan Senor Ilir
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir memukul semua lini, tak hanya menenggelamkan rumah warga, para pengajar salah satu madrasah swasta di Kabupaten Banjar merasakan dampak banjir.
Setelah menyalurkan bantuan di RT 09 Desa Tanjung Rema, Tim Kanalkalimantan Peduli – Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Fisipinoeer menyerahkan bantuan sembako kepada dewan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Fata, Desa Telok Selong, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.
MI swasta yang berada di Jalan Martapura Lama, Kecamatan Martapura Barat, terganggu proses belajar mengajar. Para pengajar madrasah ini ikut menjadi korban terdampak banjir tahun 2026 yang sudah mulai terjadi di penghujung Desember 2025.
Baca juga: PMI Balangan Gerak Cepat Salurkan Bantuan Banjir
Tim Kanalkalimantan Peduli bersama MPA Fisipioneer antarkan 15 paket bantuan sembako untuk dewan guru MI Nurul Fata Telok Selong, Selasa (5/1/2026) malam.
Diterima langsung Hasanul Basri, salah satu guru MI Nurul Fata penyerahan bantuan sembako dilakukan di salah satu rumah guru. “Alhamdulillah dan terima kasih banyak kami ikut diperhatikan, ada 15 guru di MI Nurul Fata semua rumahnya kena banjir,” katanya.
Selain mengantar paket sembako untuk guru-guru MI Nurul Fata, Kanalkalimantan Peduli – MPA Fisipioneer juga menyerahkan bantuan sembako di RT 02 Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur.

Penyerahan bantuan Sembako di RT 02 Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Senin (5/1/2026). Foto: kk
Baca juga: Danantara Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik Rumah dan Fasum
Ketua RT 02 Hasbi mengatakan, 99 persen warga yang tinggal di RT 02 rumahnya terendam. Sekadar diketahui RT 02 Desa Antasan Senor Ilir tepat berada di bantaran Sungai Martapura. Ketika air kiriman dari bagian hulu sungai, rumah-rumah di kawasan bantaran Sungai Martapura ini paling pertama tenggelam.
“Kalau hujan di Pengaron atau misal dari Riam Kanan, di sini lebih dulu calap (Terendam, red),” kata Hasbi.
Menghantarkan 15 paket –untuk guru MI Nurul Fata- dan 30 paket sembako di RT 02 Antasan Senor Ilur, Kanalkalimantan Peduli bersama anggota MPA Fisipioneer berupaya meringankan kondisi bencana yang dialami para korban banjir di Martapura.
“Alhamdulillah, terima kasih atas perhatiannya dan bantuannya,” ujar Hasbi, Selasa (5/1/2026) malam. “Bantuan sembako ini sangat bermanfaat bagi kami,” sambungnya.
Baca juga: Pemkab Kapuas Salurkan Bantuan Kemanusiaan Lewat APKASI
Sekadar diketahui, banjir sudah berlangsung selama dua pekan lebih, menenggelamkan rumah-rumah warga. Ada yang rumah tenggelam semata kaki, bahkan ada yang selutut. “Beberapa ada yang mengungsi, ada yang masih bertahan di rumah sendiri, membikin apar-apar tinggi di dalam rumah,” katanya. (Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter: kk
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluBanjir Kalsel Bencana Ekologis, Wapres Gibran Sebut Ada Kesalahan Tata Ruang
-
Kalimantan Tengah3 hari yang laluLengkap! UMP dan UMK Kalimantan Tengah 2026, Palangkaraya Masih Masuk Peringkat Terendah
-
HEADLINE2 hari yang laluBanjir di Kalsel, Mahasiswa: Warga Tak Hanya Butuh Logistik, Tapi Solusi Jangka Panjang!
-
Kalimantan Utara3 hari yang laluJadi UMP Tertinggi, Segini Rincian UMP dan UMK Kalimantan Utara 2026, Naik 5,45%!
-
HEADLINE2 hari yang laluTinjau Banjir di Kalsel, Wapres Gibran Minta Percepatan Pemulihan
-
HEADLINE2 hari yang laluMengawal Kasus Pembunuhan Zahra Dilla Lewat Gerakan Udara Aksi Kamisan



