Connect with us

Pendidikan

Kelas Kecerdasan Artifisial “AI Goes To School Batch 2” Guru se Kabupaten Banjar

Diterbitkan

pada

Penyerahan doorprize kepada peserta AI Goes To School Batch 2 di aula Disdik Kabupaten Banjar, Senin (17/11/2025). Foto: mafindo kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Sebanyak 130 guru dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kabupaten Banjar, mengikuti kegiatan Kelas Kecerdasan Artifisial “AI Goes To School Batch 2” yang dilaksanakan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kegiatan terlaksana bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar dilaksanakan di aula KH Kaspul Anwar, kantor Disdik Banjar, Senin (17/11/2025).

“Para guru diajak untuk memahami dasar-dasar teknologi kecerdasan artifisial dan aspek penting dalam penerapannya,” ujar Kordinator Mafindo Kalsel, Sri Astuty.

Baca juga: Datangi Dua SPBU Stok Pertamax Habis

Materi yang diberikan berupa etika pemanfaatan kecerdasan artifisial, keterampilan manajemen prompt, penggunaan AI untuk pembelajaran kreatif dan interaktif, pengelolaan kelas yang efektif serta peningkatan kinerja dan administrasi sekolah.

“Dengan cakupan materi tersebut, para guru diharapkan mampu melihat AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai alat yang dapat membantu guru dalam proses mengajar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Banjar melalui Sekretaris Disdik, Trisnohadi Harimurti mengatakan, perkembangan AI memberikan perubahan besar dalam dunia pendidikan, sehingga guru perlu terus belajar dan beradaptasi.

Baca juga: Dalang Tipu-tipu Mafia Tanah di Kalsel Diungkap Polisi

“AI harus menjadi alat bantu, bukan menggantikan peran guru, karena teknologi tidak bisa menggantikan nilai moral, empati dan karakter yang hanya dapat diberikan oleh seorang pendidik,” katanya.

Dia menambahkan, Disdik Banjar berharap kegiatan tersebut dapat mendorong guru memanfaatkan teknologi secara bijak, kreatif dan bertanggung jawab.

“Semoga memberi manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi guru dan memperkuat ekosistem pendidikan di Banjar agar semakin unggul serta adaptif,” ujarnya.

Pengawas Sekolah Disdik Banjar, Nurhayati yang turut mengikuti kegiatan tersebut mengaku, AI Goes To School mengubah cara pandang dirinya terhadap teknologi.

Baca juga: Pemkab Kapuas Inventarisasi Memastikan Pelayanan Publik Miliki SOP

“Kegiatan sangat memperluas perspektif terhadap AI, yang sebelumnya saya pikir hanya alat administrasi atau hiburan, tetapi sekarang saya memahami bahwa AI dapat menjadi alat untuk mendukung guru, pengawas, dan sekolah,” katanya.

Ia berencana untuk memanfaatkan AI untuk menganalisis data rapor pendidikan dan membantu menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) sekolah binaan.

Peserta lainnya, guru dari SDN Kahelaan 1, Desa Kahelaan, Kecamatan Sungai Pinang, Supardi mengatakan, kegiatan tersebut pembuka wawasan yang sangat berarti.

Baca juga: Silaturahmi ke Bupati, BKPRMI Banjar Sampaikan Kepengurusan Baru 

“Program AI Goes to School sangat membantu saya memahami bagaimana AI bisa menjadi alat yang mendukung guru dalam perencanaan pelajaran dan pembuatan aktivitas kelas,” katanya.

Ia merasa kepercayaan dirinya dalam menggunakan AI meningkat setelah mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan yang berjalan dengan lancar, dengan suasana interaktif dan antusiasme tinggi dari para peserta. (Kanalkalimantan.com/bie) 

Reporter: bie
Editor: kk


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca