HEADLINE
Penyelidikan Kecelakaan Helikopter PK-RGH Libatkan Negara Asing
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penyelidikan kecelakaan pesawat helikopter PK-RGH BK117-D3 yang jatuh di kawasan hutan lindung Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, akan melibatkan negara luar.
Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi berdasarkan ICAO Annex 13 Internasional dengan tujuan utama mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Sekadar diketahui, ICAO Annex adalah standar internasional dan praktik yang direkomendasikan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang mencakup berbagai aspek penerbangan sipil, mulai dari perizinan personel, keselamatan, hingga standar bandar udara dan pesawat udara.
Baca juga: MTQH Ke-47 Resmi Ditutup, Dirangkai Peringatan Maulid Nabi PHBI Kapuas
Investigator Keselamatan Udara KNKT, Ony Soerjo Wibowo, menjelaskan metodologi penyelidikan bahwa kecelakaan ini terjadi di Indonesia, maka Indonesia sebagai State of Occurrence berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memulai dan melaksanakan investigasi.
“Karena pesawat ini kan bukan bikinan Indonesia. Bikinannya ini adalah Airbus, kemudian mesinnya ini kalau tidak salah antara apakah Inggris atau Jerman. Nah, kita memberikan informasi kepada mereka,” ujar Investigator Keselamatan Udara KNKT, Ony Soerjo Wibowo, saat diwawancarai, Jumat (5/9/2025).

Investigator Keselamatan Udara KNKT, Ony Soerjo Wibowo. Foto wanda
Informasi berupa notifikasi, katanya. telah diberikan kepada pembuat pesawat maupun pembuat mesin pesawat, begitu peristiwa heli hilang kontak ini terjadi.
Baca juga: Silaturahmi Kebangsaan, Bupati Kapuas: Jaga Keamanan, Ketertiban, dan Persaudaran
“Jarak kurang lebih sekitar tidak lebih dari 12 jam, informasi yang ada kita sampaikan kepada negara-negara yang terkait,” sebut dia.
“Harapannya mereka nanti ada produk kami yang mengalami sesuatu, mereka akan ikut serta dalam investigasi. Jadi paling tidak yang akan ikut serta dalam investigasi nanti adalah Airbus, karena sebagai pembuat pesawat,” jelasnya.
Begitu pun dengan negara Jerman atau Inggris yang diberikan notifikasi, akan ikut serta dalam investigasi. Disebutnya mereka adalah perwakilan negara.
“Negara dari Perancis, itu namanya disebut dengan accredited representative. Mereka nanti akan mengirimkan ke kita atau tidak, itu terserah mereka. Tapi pekerjaan kita lakukan,” ungkapnya.
Di sisi lain tim Disaster Victim Identification (DVI), Kementerian Luar Negeri, yang juga berkomunikasi dengan KNKT akan bertanggung jawab dalam hal investigasi warga asing yang ikut menjadi korban kecelakaan pesawat ini.
Baca juga: Perumda PALD Banjarmasin Rugi Rp99 Miliar, Ini Respon Wali Kota Yamin
“Maka negara-negara tempat mereka asalnya, kita juga memberikan informasi kepada mereka. Harapannya mereka akan mengirimkan semacam orang-orang yang mengidentifikasi, bahwah benar tidak ini warga negaranya, namanya benar atau tidak,” jelasnya.
Negara tempat asal korban WNA itu akan mengirimkan data untuk dicocokkan oleh tim DVI agar hasil identifikasi korban warga asing dapat dilakukan.
Adapun hingga operasi pencarian pesawat helikopter PK-RGH BK117-D3 yang hilang kontak dihentikan pada Jumat (5/9/2025), tim telah mengumpulkan 6 kantong yang berisi delapan yang menjadi korban jatuhnya pesawat.
Kedelapan korban telah diterima oleh tim DVI Polda Kalsel untuk dilakukan identifikasi. Sedangkan KNKT juga telah menerima black box pesawat heli untuk dilakukan investigasi. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluSatpol PP Banjar Tertibkan 23 Bangunan di Gambut, Ditemukan Fasilitas Karaoke dan Kamar di Warung Makan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluPemko Banjarbaru Gelar Pra Musrenbang Tematik Stunting
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluGelang Simpai Kekayaan Lokal Dayak Meratus
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Trail Adventure #4 & Trail Game 2026 Siap Digelar
-
Olahraga3 hari yang laluBanua Criterium Challenge, Pemanasan Atlet Triathlon Kalsel Menuju Kejurnas
-
kampus1 hari yang laluMahasiswa Kumpulkan Rp5,2 Juta untuk Korban Kebakaran Kuin Cerucuk






