Kabupaten Pulang Pisau
Kabut Asap Kian Pekat, Dinkes Pulang Pisau Imbau Warga Pakai Masker
KANALKALIMANTAN.COM, PULANG PISAU – Kabut asap semakin pekat di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan tengah, berdampak kepada kesehatan masyarakat.
Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan ini menyebabkan kondisi udara menjadi buruk atau tidak sehat.
Berbagai jenis penyakit mulai dirasakan masyarakat seperti ISPA dan emfisema. Selain itu efek kabut asap juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr Pande Putu Gina mengingatkan akan bahaya kabut asap bagi kesehatan.
Baca juga: Kemarau Hingga November, Karhutla Kian Mengancam Kalsel
Kadinkes Pulang Pisau mengimbau kepada seluruh masyarakat Pulang Pisau membatasi aktifitas di luar rumah, sebab kabut asap sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat.
“Bila terpaksa harus keluar rumah memakai masker sebab dengan masker dapat menyaring udara yang tidak sehat untuk kita hirup,” katanya.
Minum banyak air minimal 8 gelas sehari adalah kewajiban untuk memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh. Keseimbangan cairan dalam tubuh yang merupakan syarat penting untuk menjamin metabolisme sel tubuh tetap berjalan tidak kekurangan cairan, sehingga kerja organ organ tubuh tetap maksimal
“Kalau mengalami sakit agar segera ke fasilitas kesehatan terdekat adalah upaya kita agar sehat dari penyakit yang diderita,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/zul)
Reporter : zul
Editor : kk
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluTPP ASN Pemprov Kalsel Naik 26 hingga 98 Persen
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluAbsensi Digital SITELADAN Mulai Diterapkan, 536 Guru Non ASN di HSU Gunakan Sistem Biometrik
-
Hukum2 hari yang laluDirjenpas Mashudi Mundur Buntut Hunian Mewah di Lapas Cibinong
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPencanangan Kamis Hanjak Berbudaya di SMPN 2 Pulau Petak
-
HEADLINE3 hari yang laluNakhoda Kapal Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditahan di Polda Kalsel
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluWali Kota Lisa Halaby: Ketersedian “Piring Makan” Harus Terjaga


