Infografis Kanalkalimantan
26 Agustus Hari Kesetaraan Perempuan, Ini Sejarahnya
KANALKALIMANTAN.COM – Hari Kesetaraan Perempuan atau Women’s Equality Day diperingati setiap 26 Agustus.
Melansir laman National Women’s History Alliance, Hari Kesetaraan Perempuan itu diinisiasi oleh Bella Abzug pada 1971. Akhirnya pada 1973, Kongres AS menetapkan 26 Agustus sah sebagai “Hari Kesetaraan Perempuan.”
Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati pengesahan Amandemen ke-19 Konstitusi AS pada 1920. Ketika itu, Konstitusi AS secara resmi memberikan perempuan hak untuk memilih.
Pengesahan Amandemen ke-19 ini merupakan puncak dari gerakan hak-hak sipil besar dan damai yang dilakukan oleh para perempuan. Gerakan ini mulai bergeliat sejak 1848 pada konvensi hak-hak perempuan pertama di dunia, di Seneca Falls, New York.
Baca juga: Dua Titik Api di Kabupaten Banjar, Sempat Padam Selang 15 Jam Nyala Kembali
Hari Kesetaraan Perempuan yang telah berjalan hingga kini tidak hanya memperingati berlakunya Amandemen ke-19. Namun, peringatan ini juga merupakan kampanye terhadap berbagai upaya berkelanjutan para perempuan menuju kesetaraan penuh.
Pada tahun 1920 juga menjadi momentum pengesahan Amandemen Konstitusi ke-19 di Amerika Serikat. Pengesahan ini diratifikasi untuk mendukung kesetaraan bagi semua orang tanpa memandang gender.
Perjuangan untuk mendapatkan kesetaraan ini berawal dari gerakan para perempuan dalam memperoleh hak pilih yang di pelopori oleh aktivis Elizabeth Candy Stanton dan Lucretia Mott di Seneca Falls, New York, tahun 1848.
Baca juga: Dua Titik Api di Kabupaten Banjar, Sempat Padam Selang 15 Jam Nyala Kembali
Namun gerakan ini tidak membuahkan hasil. Barulah dua tahun berikutnya, setelah keterlibatan perempuan dalam Perang Dunia I di tahun 1914-1918, menjadi awal pemberian hak pilih terhadap perempuan.
Tema Hari Kesetaraan Perempuan 2023
Setiap tahunnya hari kesetaraan perempuan memiliki tema yang berbeda-beda. Melansir dari wtsinternational.org, tema Hari Kesetaraan Perempuan tahun 2023 ini adalah #EmbraceEquity atau merangkul kesetaraan.
Baca juga: Diduga Saling Ejek, Pelajar di Blitar Meninggal Dunia Dihajar Teman Satu Sekolah
Adanya tema ini, sebagai bentuk untuk prioritas terhadap masalah kesetaraan dan memberikan akses kepada wanita untuk bebas melakukan apapun.
Dengan itu, diharapkan tak akan ada lagi perempuan yang mengalami masalah ketidaksetaraan baik di lingkungan pekerjaan maupun dalam aspek kehidupan. (Kanalkalimantan.com/kk)
Editor : kk
-
HEADLINE3 hari yang laluPalu Pimpinan DPRD Banjarbaru Resmi Dipegang Muhammad Syahrial
-
Pendidikan2 hari yang laluTim Dosen Tekpend FKIP ULM Siapkan Guru Hadapi Era Kecerdasan Artifisial
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluSekda Kapuas Pimpin Rapat Persiapan Panen Raya Padi
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluMenyamakan Persepsi Pengembangan Banjarbakula Waste to Resource Project
-
DPRD KAPUAS2 hari yang laluWakil Ketua I DPRD Kapuas Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80
-
DPRD BANJARBARU19 jam yang laluKetua DPRD Banjarbaru Silaturrahmi ke Ketua PN dan Kajari Banjarbaru



