DISHUT PROV KALSEL
Dishut Kalsel Tanam Jengkol-Kemiri di Sungai Luar Tahura Sultan Adam
ARANIO, Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) lakukan penanaman untuk rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) bersama pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) Kalsel, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Sungai Luar, Desa Tiwingan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalsel, Rabu (18/4).
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor juga akrab disapa Paman Birin menyampaikan, semua harus berjuang dengan penuh tekad dan semangat untuk melakukan perbaikan dan pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman.
“Hendaknya semangat juang pahlawan nasional Pangeran Antasari yang rela berjuang dengan mengorbankan nyawanya membela negeri dapat dijadikan pelecut semangat kita semua melakukan perbaikan untuk negeri, terutama di Bumi Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan,†kata Sahbirin.
Paman Birin menekanan agar selalu menggelorakan semangat revolusi hijau dalam kehidupan sehari-hari dengan cara menanam untuk kehidupan generasi masa depan.
“Mari bersama gelorakan semangat revolusi hijau, menanam, menanam dan menanam untuk anak cucu kita,†pungkasnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Dr Hanif Faisol Nurofiq menyebutkan, penanaman serentak rehabilitasi DAS merupakan bagian Program Revolusi Hijau yang dicanangkan oleh Gubernur Kalsel.
“Rehabilitasi DAS ditargetkan dapat menanami lahan seluas 35 ribu hektare per tahun untuk menghilangkan lahan kritis di Provinsi Kalsel seluas 640 ribu hektare,†bebernya.
Hanif menambahkan, jenis tanaman yang dipilih dalam kegiatan penanaman sebagian besar adalah jengkol dan kemiri. Dengan optimis dia menyampaikan dalam 5-6 tahun ke depan Kalsel mampu mengekspor sekitar 550 kontainer kemiri per bulan. “Sehingga mampu turut meningkatkan pendapatan masyarakat,†pungkasnya.
Dalam pelaksanaan acara penanaman serentak ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa KemenLHK dengan Dishut Kalsel. Penandatanganan langsung dilakukan Kepala Dishut Kalsel, MoU yang ditandatangani terkait alih tekhnologi pengembangan jenis-jenis Dipterocarpa pada lokasi Miniatur Hutan Hujan Tropika yang dibangun di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, PMUMH di KPH Pulau Laut Sebuku, dan Tahura Sultan Adam.


Hanif mengharapkan adanya MoU mampu mengembalikan kekayaan jenis-jenis Dipterocarpa di Kalsel. “Jenis-jenis dipterocarpa ini adalah jenis asli tanaman hutan dari hutan hujan tropis Kalimantan,†ungkap Hanif.
Turut hadir pada acara ini Bupati Kabupaten Banjar, Kapolres Banjar, Camat Aranio, Pimpinan SKPD Pemprov Kalsel, LIPI, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa KemenLHK, IPPKH beserta vendor, UPT Kemen LHK, TNI dan perwakilan masyarakat sekitar. (abdullah)
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari
-
Infografis Kanalkalimantan2 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Bisnis2 hari yang laluLPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung
-
NASIONAL2 hari yang laluPemerintah akan Bangun Yonif TP Setiap Kabupaten dan Kota se Indonesia
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluGubernur Muhidin Apresiasi Pengelolaan Sampah di Banjarbaru
-
HEADLINE2 hari yang laluTantangan Banjarbaru sebagai Ibu Kota Kalsel di Usia 27 Tahun
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluTingkatkan Kapasitas Pemuda, DPMD Kabupaten Banjar Gelar Bimtek Karang Taruna






