kriminal banjarbaru
Asyik di Warung, Seorang Laki-laki Kedapatan Sembunyikan Sajam
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seorang laki-laki kedapatan membawa senjata tajam (sajam) saat petugas Macan Barbar Polsek Liang Anggang operasi Pekat di sebuah warung di Jalan Trikora, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.
Kapolsek Liang Anggang AKP Yuda Kumoro Pardede melalui Kasi Humas Polsek Liang Anggang Aiptu Kardi Gunadi mengatakan, saat petugas sedang melaksanakan patroli unit kecil lengkap (UKL) dengan anggota gabungan dipimipin Panit Aiptu Deden Lesmana mendapati seorang laki-laki membawa sajam di sebuah warung malam.
Patroli UKL ini digelar sekitar pukul 00.10 Wita pada Minggu (6/2/2022) dini hari.
Laki-laki berinisial S (39) sempat ingin menyembunyikan sajam jenis belati yang awalnya berada di pinggang, kemudian disembunyikan di bawah meja untuk menghindari pemeriksaan petugas.
Baca juga: Kasus Pertama 2022 di Banjarbaru, Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19
“Curiga dengan gelagat tersangka, petugas kemudian melakukan pemeriksaam dan mendatapi sebilah belati yang disembunyikan tersangka di bawah meja,” kata Kasi Humas Polsek Liang Anggang.
Kemudian tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Liang Anggang untuk proses hukum lebih lanjut.
Beradasarkan kepemilikan senjata tajam tanpa izin yang sah, tersangka terancam kena Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI No.12 tahun 1951.(kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
HEADLINE1 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi
-
HEADLINE2 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin





