Connect with us

HEADLINE

1 Tahun Kepemimpinan Yamin-Ananda: ‘Rapor Merah’ Empat Sektor Ini

Diterbitkan

pada

Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda genap satu tahun memimpin Kota Seribu Sungai. Foto: fahmi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tepat 20 Februari 2026, kepemimpinan H Muhammad Yamin HR dan Hj Ananda sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin memasuki usia 1 tahun.

Berdasarkan survei Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) yang dilakukan 11-18 Februari 2026 dengan metode wawancara lapangan dari 400 responden menggunakan teknik Cluster Random Sampling di lima kecamatan Kota Banjarmasin menunjukkan hasil kurang puas pada empat sektor.

Pertama, sektor kesehatan yang menunjukkan kriteria kurang puas di angka 36,25%. Sisanya menjawab 19% sangat puas, 32,25% cukup puas, 12,25% tidak puas, dan 0% tidak menjawab.

Baca juga: Safari Ramadan Pemkab Kapuas Bergilir di 17 Kecamatan

Hasil survei sektor kesehatan mendominasi nilai kurang puas di angka 36,25%. Foto: LS Vinus

Koordinator Nasional LS Vinus, Muhammad Arifin mengatakan, beberapa kebijakan di sektor kesehatan yang merugikan masyarakat jadi penyebabnya, salah satunya tentang 67 ribu warga yang dinonaktifkan status BPJS kesehatannya.

“Rata-rata yang kita wawancara itu terkena dampaknya, artinya memang tidak puas dalam hal kebijakan pemerintah yang mencabut BPJS,” ujar Arifin kepada awak media, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Bupati Wiyatno Minta Perusahaan Besar Swasta Transparan

Selain itu, masyarakat juga banyak mengeluhkan terkait pelayanan tenaga medis rumah sakit milik Pemerintah Kota Banjarmasin yang terkesan membeda-bedakan pasien.

Kedua, sektor keamanan yang menunjukkan kriteria kurang puas di angka 45%. Sisanya menjawab 6% sangat puas, 40% cukup puas, 7,75% tidak puas, dan 1,25% tidak menjawab. Alasan kurang puas mendominasi ialah maraknya kenakalan remaja yang menganggu masyarakat.

Hasil survei sektor keamanan mendominasi nilai kurang puas di angka 45%. Foto: LS Vinus

“Merasa tidak aman karena banyak sekali adanya gangster, komunitas balap liar yang mengganggu aktivitas masyarakat khususnya di daerah utara, selatan, hampir di semua kecamatan,” beber Arifin.

Baca juga: Bupati Wiyatno Buka Pasar Ramadan di GOR Pananjung Tarung

Keamanan yang terganggu membuat warga dan anak muda merasa kurang puas, sehingga Pemko Banjarmasin harus melakukan hal konkret dalam membasmi semua masalah keamanan di Kota Seribu Sungai.

Ketiga, penegakan hukum yang menunjukkan kriteria kurang puas mencapai 50%. Sisanya memilih 16,5% sangat puas, 45,5% cukup puas, 12,25% tidak puas, dan 5,75% tidak menjawab.

Hasil survei sektor penegakan hukum mendominasi nilai kurang puas di angka 50%. Foto: LS Vinus

Masyarakat menilai Kota Banjarmasin lemah dalam penegakan hukum. Misalnya pelaku begal yang dihukum ringan hanya dengan menginap di Polsek atau Polres satu malam saja. Lebih jauh, pemerintah dianggap tidak tegas kepada perilaku ASN yang melanggar aturan.

Baca juga: Sekda Kapuas: Tetap Bekerja Optimal, Ini Jam Kerja ASN Selama Ramadan

“Kemarin viral ASN yang nongkrong di kafe, ASN selingkuh, dan lain-lain ini kurang dalam hal hukumnya. Makanya ini yang harus kita awasi bersama kinerja ASN,” jelasnya.

Terakhir, sektor tata kelola lingkungan yang menunjukkan kriteria kurang puas sebanyak 47,5%. Sisanya menjawab 5,5% sangat puas, 35,5% cukup puas, 6,25% tidak puas, dan 5,25% tidak menjawab.

Hasil survei sektor tata kelola lingkungan mendominasi nilai kurang puas di angka 47,5%. Foto: LS Vinus

Rendahnya pengelolaan lingkungan disebabkan Banjarmasin belum selesai dengan masalah persampahan. Sampah berserakan di jalan dan inovasi seperti Banjarmasin Recycle Center (BRC) di Komplek Pergudangan 88 Bumi Basirih yang mesinnya mati.

Baca juga: Anggota DPRD Kapuas Dukung Peningkatan Jalan di Bataguh

“Sangat merugikan, karena biaya dari gedung BRC sangat tinggi, silahkan di crosscheck sendiri. Makanya pengelolaan sampah di Banjarmasin sangat lemah sekali,” ungkapnya.

Kendati demikian, kepemimpinan Yamin-Ananda unggul di beberapa sektor lain seperti transportasi yang meraih kriteria sangat puas di angka 70%, dan kriteria cukup puas di sektor pelayanan publik 85,25%, tata kelola pemerintahan 78%, serta infrastruktur 71,25%.

Penilaian kinerja Yamin-Ananda sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin menunjukkan hasil baik di angka 49,25%. Foto: LS Vinus

Baca juga: Pedagang di Jalan Jenderal Sudirman Direlokasi Bertahap

Khusus untuk infrastruktur, masyarakat melihat bahwa Pemko Banjarmasin baik dalam pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Tak hanya itu, keluhan masyarakat juga sigap ditanggapi pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada.

Secara umum, 40% warga Banjarmasin memandang kondisi Pemko Banjarmasin dengan penilaian baik. Begitu pula kinerja Yamin-Ananda sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin yang meraih angka baik sebanyak 49,25%. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca