Connect with us

Kalimantan Selatan

XR Meratus: Dukung Taman Nasional Meratus, Tapi Akui Masyarakat Adatnya

Diterbitkan

pada

Koordinator XR Meratus, Wira Surya Wibawa. Foto: fahmi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Extinction Rebellion (XR) Meratus mengaku siap mendukung wacana pembentukan Taman Nasional Meratus dengan syarat utama semua masyarakat adat Meratus diakui terlebih dahulu.

Hal itu disampaikan Koordinator XR Meratus, Wira Surya Wibawa. Menurutnya, masyarakat adat mesti diakui lewat Peraturan Bupati (Perbup) dan Peraturan Daerah (Perda), baru bicara soal Taman Nasional Meratus.

“Jika masyarakat adat Meratus itu semuanya diakui melalui Perbup dan Perda, beberapa komunitas diakui, berapa hutan adat diakui, baru kami bisa menerima dengan sepenuhnya,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Sejarah Hari LSM Sedunia 27 Februari

Jika belum, pihaknya menegaskan pengelolaan Pegunungan Meratus tetap diserahkan kepada masyarakat adat yang sudah lama hidup berdampingan dengan hutan Meratus.

Sekadar diketahui, XR Meratus adalah sebuah kolektif anak muda yang berfokus pada isu lingkungan dan iklim. Mereka punya 1 tujuan bersama yakni menolak manusia punah.

Kolektif ini menerapkan aksi berbentuk Nonviolent Direct Action atau aksi langsung tanpa kekerasan dengan mendorong edukasi lewat gerakan kreatif.

Dengan edukasi minimalis, edukatif, dan kreatif, XR Meratus membangun kesadaran melalui aksi kreatif agar bisa didengar kapanpun dan siapapun di semua kalangan umur.

Baca juga: Aksi Kamisan Banjarbaru Soroti Ulah Aparat Polisi Rampas Nyawa Warga

“Entah poster, entah kardus yang bisa kita coret dan warnain, atau kita bikin dari pengolahan sampah sebagai alat  kampanye-kampanye lingkungan kreatif,” ungkap Bung Wira.

Extinction Rebellion tersebar di lebih dari 40 negara, termasuk Indonesia yang punya 25 lokal kapter salah satunya XR Meratus.

Bung Wira sebagai Koordinator XR Meratus memakai nama Meratus lantaran dirinya punya latar belakang memperjuangkan #SaveMeratus.

Tagar #SaveMeratus sendiri sudah digaungkan sejak tahun 90an. Hal ini bertujuan menyelesaikan konflik lingkungan Meratus diantaranya deforestasi, perampasan tanah adat, hingga pengambilalihan sumber air masyarakat adat.

Baca juga: 5 Fungsi Manajemen Pemasaran yang Menentukan Keberhasilan Bisnis

Penamaan XR Meratus diharapkan menanamkan kepedulian untuk menjaga Pegunungan Meratus yang mengitari hampir semua kabupaten di Kalsel.

“Kita harus jaga Meratus untuk tidak jadi lahan gundul, supaya kita tidak punah juga sebagai manusia yang akan terkena bencana alam akibat kerusakan lingkungan,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca