Connect with us

Kabupaten Banjar

Wisata Ramah Lingkungan di Danau Tamiyang, Sentra Kuliner Dilatih Pakai Kompor Induksi 

Diterbitkan

pada

Pelatihan masak menggunakan kompor induksi di sentra kuliner Wisata Danau Tamiyang, Desa Mandikapau Barat, Rabu (23/6/2021). Foto: plnuiwkalselteng
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – PLN UIW Kalselteng menggelar pelatihan masak menggunakan kompor induksi di sentra kuliner Wisata Danau Tamiyang, Desa Mandikapau Barat, Kabupaten Banjar, Rabu (23/6/2021).

PLN UIW Kalselteng berkomitmen mendukung gaya hidup ramah lingkungan dengan menggelar pelatihan masak gunakan kompor induksi.

Sentra kuliner ini berada di sepanjang tepian kawasan Wisata Danau Tamiyang yang menjajakan beragam makanan dan minuman.

Lewat program ini, sebanyak 10 gazebo di sentra kuliner wisata Danaui Tamiyang telah menggunakan kompor induksi listrik bantuan dari PLN.



 

 

Kepala Desa Mandikapau Barat, Abdul Basit, mengaku, sangat terbantu dengan program yang diinisiasi oleh PLN.

Menurutnya di tengah lesunya kunjungan wisata akibat pandemi Covid-19, program kawasan wisata ramah lingkungan menjadi salah satu pemasaran yang efektif untuk meningkatkan minat pengunjung.

Baca juga: Umur Belasan Korban Prostitusi Online di Banjarbaru, L Ngaku Punya Anak Usia Setahun

“Selama ini, pengunjung membawa sendiri peralatan masak dan bahan makanan, dengan bantuan kompor induksi dan peralatan masak yang ada, akan meningkatkan pendapatan pengurus wisata Danau Tamiyang,” tutur Basit.

Dengan adanya sentra kuliner ini, Basit berharap daya saing pedagang kuliner di kawasan ini meningkat. Selain itu, lingkungan di kawasan ini juga bakal menjadi menjadi lebih bersih, tidak ada lagi asap yang dikeluarkan saat memasak.

“Sentra kuliner ini sejalan dengan pengembangan pariwisata Danau Tamiyang ke depan. Dimana tidak hanya perbaikan pada obyek wisata saja, namun lingkungan yang bersih dan sehat juga menjadi target kami ke depan,” kata Basit.

Manager Komunikasi PLN UIW Kalselteng, Suhadi, mengatakan, langkah awal yang dilakukan PLN dalam mengembangkan sentra kuliner ini adalah dengan memberikan pelatihan manajemen dan pengoperasian pelayanan wisata kuliner dengan memanfaatkan kompor induksi pada Selasa (22/6/2021) sore.

“Selain lebih bersih dan praktis, penggunaan kompor induksi juga dapat menekan emisi karbon,” kata Suhadi.

Suhadi menjelaskan, dengan mengusung tema kawasan wisata ramah lingkungan, pihaknya berharap dapat menjadi daya tarik untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke kawasan wisata Danau Tamiyang.

“Dengan menggandeng anggota PKK dan Pokdarwis, program kawasan wisata kompor induksi ini juga berusaha memberdayakan kaum perempuan di Desa Mandikapau Barat,” jelasnya.

Suhadi menambahkan, penggunaan kompor induksi memberikan banyak keuntungan bagi anggota Pokdarwis dan PKK.

Salah satunya pedagang bisa melakukan penghematan dalam pembelian bahan bakar untuk memasak. Karena biaya yang dikeluarkan untuk penggunaan kompor induksi lebih murah dibandingkan kompor berbahan bakar gas.

Baca juga: Uang Lebaran dari Mataram: Daftar Dugaan Suap Ketua KPK Firli Bahuri

“Tarif listrik per kwh hanya Rp 1.467, itu artinya kalau dalam satu jam pedagang menggunakan 1.000 kwh biayanya hanya Rp 1467. Energi listrik juga relatif aman dan selalu tersedia, tidak seperti gas yang jumlahnya kadang terbatas di pasaran,” beber Suhadi.

Hanifah (33), salah seorang pedagang di sentra kuliner mengaku bantuan kompor induksi dari PLN kepada pedagang di Danau Tamiyang ini pastinya sangat membantu pedagang karena menurutnya menggunakan kompor induksi lebih mudah, hemat dan praktis.

“Masak dengan kompor induksi ini lebih cepat, tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu gas habis. Mau masak tinggal colok listriknya, praktis, dan lebih bersih,” kata Hanifah. (kanalkalimantan.com/dewi)

Reporter : dewi
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->