WARGA +62
Warga Dengar Tangisan dari Dalam Rumah, Saat Dicek Mata Anak Dicongkel Orangtua
KANALKALIMANTAN.COM – Seorang anak perempuan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dievakuasi ke Rumah Sakit. Diduga menjadi korban aliran sesat yang dilakukan oleh orangtuanya.
Forum Pemerhati Masalah Perempuan Sulsel, Alita Karen mengatakan, dari informasi yang diterima, saat ini korban masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Gowa. Akibat mengalami luka congkel pada bagian matanya, pada Jumat 4 September 2021.
“Yang pasti korban sudah dibawa ke rumah sakit. Untuk sementara matanya sudah ditangani oleh dokter. Masih di rumah sakit untuk sementara,” kata Alita saat dikonfirmasi SuaraSulsel.Id, Sabtu 4 September 2021.
Menurut Alita, pelaku tertangkap basah saat mencongkel mata anak perempuan tersebut. Hal ini terjadi karena para tetangga yang tidak jauh dari lokasi kejadian mendengar suara tangisan korban. Sehingga menarik perhatian.
Alita belum mengetahui berapa jumlah pelaku yang mencongkel salah satu mata korban. Namun, para pelaku ada yang berperan untuk memegang tangan kiri dan kanan. Sedangkan, pelaku lainnya lagi yang diduga sebagai ibu korban berperan untuk mencongkel mata korban. Tanpa menggunakan benda tajam seperti pisau melainkan dengan tangan kosong.
Baca juga: Hutan Indonesia Dipaksa Mengalah demi Proyek Strategis Nasional Jokowi
“Kan baru satu itu yang dicongkel terus sementara masih proses pencongkelan itu masuk tetangganya menyerbu ke dalam kan. Karena anak itu berteriak, menangis. Sehingga menarik perhatiannya orang di sebelah rumah. Jadi langsung ditarik bawa keluar,” kata dia.
“Ada yang memegang itu kiri kanan. Kemudian mungkin itu mamanya yang cungkil. Orang tuanya,” tambah Alita.
Alita menduga bahwa peristiwa pencongkelan mata yang dialami korban itu terjadi bukan karena menjadi korban pesugihan. Tetapi karena para pelaku menganut aliran sesat, sehingga berhalusinasi saat mendengar bisikan mahluk gaib.

“Kalau saya sebetulnya tidak bisa menjawab kalau itu korban pesugihan. Tapi yang pasti mereka sepertinya menganut suatu aliran, entah itu aliran seperti apa atau dalam kondisi yang sangat-sangat depresi. Sehingga mereka kemudian seperti berhalusinasi. Mendegar suara, apa yang harus kamu lakukan. Begini kamu harus melakukan. Jadi itu ritual seperti ritual penyembahan terhadap sesuatu. Kita belum tahu apakah itu pesugihan atau tidak, tapi bisa saja untuk mendapatkan ilmu-ilmu menurut mereka. Dan harus melewati ritual itu. Jadi kalau mau bilang pesugihan saya belum berani mamastikan. Tapi kalau ritual untuk sesuatu mungkin,” beber Alita.
Para pelaku yang melakukan aksi pencongkelan mata itu, kata Alita, langsung diserahkan ke polisi. Setelah tertangkap basah melakukan aksi pencongkelan mata tersebut.
“Langsung ditahan karena pada saat korban berteriak kemudian didengar tetangga, mereka masuk langsung diamankan kemudian diserahkan ke polisi. Kalau sampai ke proses gila (pelaku) itu belum. Tapi kalau depresi berat, iya karena saat orang itu mengalami depresi berat, dia akhirnya menganggap mendapat ilmu,” tutur Alita.
Baca juga: Perusakan Tempat Ibadah Ahmadiyah di Sintang, Putri Gus Dur Sentil Jokowi
Alita mengaku rencananya dirinya akan mendampingi korban. Untuk memulihkan keadaan psikolog korban yang mengalami trauma yang mendalam setelah menjadi korban kekejaman oleh orang-orang terdekatnya.
“Saya baru mau akan mendampingi ya. Kemungkinan saya yang dampingi dengan teman di Unit PPA-nya Gowa karena Gowa kan mungkin belum punya psikolog sendiri. Anak ini kan butuh psikolog untuk pendamping menghilangkan trauma, apalagi orang yang melakukan orang terdekat. Orangtua kan,” katanya. (Suara.com/Muhammad Aidil)
Editor : kk
-
HEADLINE2 hari yang laluPrakiraan BMKG: Cuaca Kalsel Sepekan Ada Potensi Hujan Ringan
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluLantik 23 Pembakal, Bupati Banjar Minta Pembakal Rangkul Semua Pihak
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluBPBD Balangan Serahkan Bantuan Pinjam Pakai Peralatan Karhutla
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSekda Buka Workshop Manajemen Risiko Pembangunan Daerah Kabupaten Banjar 2026
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluDesa Hambuku Baru Dinilai Tim Lomba PHBS Provinsi Kalsel
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluBerkah dari Langit Mengguyur Wilayah Liang Anggang


