HEADLINE
Total 49 Korban Keracunan Makanan di Aluh-aluh, Begini Kronologi Selengkapnya
Warga yang Keracunan Diperbolehkan Pulang
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Peristiwa keracunan massal terjadi di Desa Pulantan RT 03, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar pada Minggu (31/5/2020) sore. Akibatnya, sebanyak 49 orang (sebelumnya diberitakan 38 orang) harus dirujuk ke Puskesmas Aluh-aluh untuk penanganan lebih lanjut.
Informasi yang dihimpun, peristiwa ini diduga bermula saat adanya hajatan ulang tahun yang digelar di salah satu rumah warga. Lantas, usai mengkonsumsi makanan berupa masak habang (masakan khas Kalimantan Selatan, red) yang disediakan, pada pukul 15:00 Wita. Ketika itu, sebagian besar tamu hajatan mengeluh mual dan sakit perut.
Hal inipun dibenarkan oleh Ketua RT setempat yaitu Mahmud. Ia mendapati informasi beberapa anak-anak yang mengalami muntah-muntah usai menghadiri hajatan ulang tahun. “Setelah itu saya berikan arahan untuk dibawa ke puskesmas,” katanya saat ditemui di rumahnya, Senin (1/6/2020).

Suasana Desa Pulantan RT 03, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, usai terjadinya keracunan massal pada Minggu (31/5/2020) sore. Foto: fikri
Kebetulan, letak Desa Pulantan RT 03 ini persis berseberangan dengan Kantor Kecamatan Aluh-aluh dan Puskesmas Aluh-aluh. Hanya saja, harus menyeberangi sungai dengan menggunakan kelotok.
Lanjut Mahmud, sebagian besar masyarakat yang keracunan adalah warganya sendiri. Diakuinya, mayoritas anak-anak yang mengalami keracunan dan sebagian lagi merupakan orang dewasa.
Bahkan, ia sempat membantu penanganan warganya yang mengalami keracunan saat ditangani tim medis di Puskesmas Aluh-aluh. Bahkan, saking banyaknya yang keracunan, banyak anak-anak yang dievakuasi sejak sore kemarin. “Yang datang tidak ada henti-hentinya, namun langsung ditangani tim medis puskesmas. Alhamdulillah langsung pulih dan dibolehkan pulang,” jelasnya.

Puskemas Aluh-aluh tempat warga desa Pulantan sempat dirawat. foto: fikri
Sementara itu, Kepala Puskesmas Aluh-aluh drg. Surati Widiyanti menambahkan, sebagian besar masyarakat yang keracunan mengeluhkan mual, muntah dan pusing, bahkan ada yang mengalami BAB (buang air besar). Ini merupakan hasil dari reaksi tubuh terhadap zat yang masuk.
“Seandainya itu gejalanya ringan saja, tidak harus sampai ke puskesmas. Kalau sampai muntah itu berarti kekurangan cairan. Jadi untuk keracunan kita berikan tindakan infus dan obat anti muntah,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Ditambahkan Wiwid -biasa ia disapa- pada pukul 22:00 Wita sebagian besar masyarakat yang keracunan sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Apalagi, saat ditangani kondisi warga yang mengalami keracunan pulih dengan cepat, sehingga tidak perlu dirujuk ke rumah sakit rujukan. “Begitu sudah membaik kita perbolehkan pulang, mengingat saat ini kita pada situasi pandemi Covid-19. Jadi pasien memungkinkan untuk pulang, kita langsung pulangkan,” jelas Wiwid.
“Iya banyak anak-anak. Karena memang pesta ulang tahun anak-anak kan. Pasti anak-anak yang mengonsumsi hidangan pertama kali,” imbuh Wiwid.
Informasi yang dihimpun, dari total 49 orang yang keracunan, sebanyak 24 orang sempat diinfus saat mendapatkan penindakan. Sedangkan 25 orang lainnya menjalani observasi obat. (kanalkalimantan.com/fikri)
Editor : cell
-
HEADLINE2 hari yang laluSudah Sah! Daftar Lengkap UMP dan UMK Kalimantan 2026 di Semua Provinsi, Ada yang Tembus Rp3,7 Juta
-
HEADLINE3 hari yang lalu66 Kasus Laka Lantas di Banjarmasin 2025, 20 Orang Meninggal Dunia
-
HEADLINE2 hari yang laluUMK Banjarbaru Rp3,8 Juta, Lebih Besar dari UMP Kalsel
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluPolres Banjarmasin Sita Sabu 1,4 Kg dari Bandar di Sungai Paring Martapura
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluBupati Banjar Terus Pantau Banjir dan Kondisi Masyarakat
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluPWI Kalteng Gelar Konferda, PLN UPT Palangkaraya Terima Penghargaan Peduli Pers



