Connect with us

Kab. HSU

Tim Penilai Lomba Toga Kalsel Sambangi Tiga Wilayah di HSU, Satunya Daerah Terpencil

Diterbitkan

pada

Tim Penilai Lomba Toga Kalsel mendatangi tiga wilayah di HSU. Foto : dew

AMUNTAI, Kedatangan Tim penilai lomba Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) Kalsel ke Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) disambut hangat Tim Penggerak PKK dan Dinas Kesehatan setempat.

Kunjungan Tim Penilai lomba Toga Provinsi Kalsel yang terdiri dari perwakilan TP PKK Provinsi  satu orang Dinkes Kalsel tiga orang dan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Kalsel satu orang tersebut dalam rangka melaksanakan penilaian di tiga tempat di HSU.

Ketiga tempat tersebut adalah Desa Palbatu kecamatan Paminggir, Desa Sungai Pinang Kecamatan Sungai Pandan (Alabio) dan di Kelurahan Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah.

Menurut, Danu Fran Fotohena kepada kanalkalimantan.com, Selasa (18/6) petang, pihaknya bersama TP PKK kabupaten HSU sebelumnya telah memberikan himbauan kepada seluruh kecamatan di kabupaten HSU untuk mengikuti lomba toga tahun 2019 ini.

Setelah dilakukan seleksi maka terpilih lah tiga daerah tersebut, sebagai tempat penilaian lomba Toga Tingkat Provinsi Kalsel, yang ketiganya mewakili atas tiga kategori yang dilombakan. “Tiga desa yang mengikuti lomba Toga tersebut sesuai dengan tiga kategori penilaian yaitu, Desa Palbatu untuk kategori penilaian daerah terpencil, Desa Sungai Pinang untuk kategori daerah pedesaan dan Kelurahan Kebun Sari untuk kategori daerah perkotaan,” terang Kepala bidang Pelayanan Sumber daya Kesehatan Dinkes HSU tersebut.

Lebih lanjut, Danu menyebut terpilihnya ke tiga daerah tersebut tidak berkaitan dengan penilaian lomba HATINYA PKK (Halaman Asri teratur Indah dan Nyaman) karena penilaian lomba Toga tebih terfokus dengan pemanfaatan tanaman obat tradisional sesuai geografis daerah tersebut.

Hanya saja, sebagian dari desa tersebut pernah juga mengikuti lomba Hatinya PKK yang lebih terfokus pada penilaian penataan ruang pekarangan rumah yang lebih dimanfaatkan untuk memberikan kesan asri. “Lomba Asman Toga ini hampir mirip dengan HATINYA PKK, cuman ada beberapa kriteria yang membedakannya,” sambung Danu.

Dirinya berharap dengan mengikuti lomba Asman Toga ini akan mengurangi angka kejadian semua penyakit yang sebenarnya dapat diantisipasi dengan pemanfaatan tanaman obat herbal di lingkungan sekitar.

Sementara Ketua Tim Penilai H Heru mengatakan, banyak pengalaman menarik selama melakukan penilaian lomba diHSU. Seperti melakukan penilaian ke kecamatan Paminggir, di Desa Palbatu yang hanya dapat dilakukan dengan cara perjalanan lewat air.

“Pengembangan lomba toga sendiri, harus dilakukan dari dukungan semua segala, tidak hanya dinas terkait tetapi kepada masyarakat nya itu sendiri.” Pesan kabid pelayanan kesehatan tradisional Dinkes Provinsi Kalsel tersebut.(dew)

Reporter : Dew
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->