HEADLINE
Terungkap! Pembuang Bayi di Trikora Banjarbaru, Dibuang Setelah 4 Hari Melahirkan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kepolisian akhirnya mengungkap pelaku pembuang bayi berjenis kelamin laki-laki di Jalan Trikora RT 24 RW 05, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan pada Minggu (4/12/2022) lalu.
Pelaku seorang perempuan berinisial SNA, warga Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
SNA berhasil diringkus anggota Unit Opsnal Polres Banjarbaru Utara pada Kamis (8/12/2022) siang.
Belakangan diketahui, fakta mencengangkan bahwa pelaku baru berusia 18 tahun, SNA membuang bayinya karena khawatir tidak bisa merawat dan membesarkan sang anak.
Baca juga: Rugikan Negara Rp 451 Miliar, Dugaan Korupsi PT Pertamina Patra Niaga di Banjarmasin Sejak 2009
Kapolres Banjarbaru, AKBP Dody Harza Kusumah melalui Kasi Humas, AKP Tajudin Noor mengatakan, setelah mengumpulkan keterangan dan menakukan penyelidikan, pelaku berhasil diamankan anggota opsnal Polsek Banjarbaru Utara, di sebuah kos di Jalan Trikora, Kelurahan Loktabat Selatan.
“Pelaku mengakui melakukan pembuangan bayi tersebut, diakui pelaku tekah melahirkan bayi tersebut pada Rabu 30 November 2022 sore, di kamar indekos yang ia tempati,” ujarnya, Jumat (9/12/2022).
Dalam proses persalinan, pelaku tidak sendirin, SNA dibantu oleh anggota keluarga berinisial M.
Usai menjalani persalinan atau empat hari setekah melahirkan pada Minggu (4/12/2022), SNA diduga langsung membawa bayinya, menuju sebuah ruko di Jalan Trikora RT 24 RW 05, Kelurahan Kemuning. Bayi yang ditaruh di dalam kotak kardus di depan toko Atha milik Sainainah yang pertema kali menemukan bayi malang tersebut. SNA meletakkan di atas meja depan ruko tersebut dan ditinggal pergi oleh SNA.
“Akhirnya, bayi tersebut ditemukan oleh pemilik toko sekitar pukul 08.00 Wita, saat membuka toko miliknya,” ungkap AKP Tajudin.
Baca juga: Dua Instansi Pemko Banjarbaru Raih Penghargaan Layanan Prima dari Kementrian PANRB
Diketahui juga, motif SNA tega membuang bayinya lantaran ada rasa khawatir disertai takut akan tidak bisa membesarkan serta merawat bayinya.
“Pelaku diamankan di Polres Banjarbaru Utara untuk proses lebih lanjut,” tuntasnya.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya SNA disangkakan Pasal 305 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan. (Kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
HEADLINE3 hari yang laluBangkai Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Kedalaman 30 Meter
-
HEADLINE2 hari yang laluBMKG: DIY Terpanjang, Kalsel dan Kalteng 89 Hari Tanpa Hujan
-
Bisnis1 hari yang laluSejak Dini Siapkan Dana Pensiun, Bonus Saldo BRI DPLK Lewat BRImo
-
HEADLINE2 hari yang lalu11 Sopir Korban Kapal Virgo Belum Ditemukan, Rekan Gelar Doa dan Tabur Bunga
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluPemkab Kapuas Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla 14 Hari Kedepan
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluUpaya Bersama Mencegah Eskalasi Karhutla dan Menjaga Kamtibmas


