Connect with us

HEADLINE

BMKG: DIY Terpanjang, Kalsel dan Kalteng 89 Hari Tanpa Hujan

Diterbitkan

pada

Sungai Barito, salah satu sungai terpanjang ketiga di Indonesia dan di Kalimantan, mengalami penyusutan debit air secara drastis. Terlihat di bawah Jembatan Kalahien, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Foto: Tangkapan Layar Instagram/Borneosocial

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem panjang hingga lebih dari 100 hari. Berdasarkan hasil monitoring perkembangan musim dan deret hari tanpa hujan (HTH) yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), HTH terpanjang mencapai 131 hari.

Dikutip dari Instagram resmi BMKG, Selasa (15/9/2026), pemutakhiran data tersebut terakhir dilakukan pada 10 September 2026. BMKG mencatat, wilayah dengan HTH ekstrem panjang tersebar di 17 provinsi.

Dua wilayah provinsi bertetangga di pulau Kalimantan yaitu Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah mengalami 89 hari dan Kalimantan Tengah (Kalteng) 89 hari.

Daerah dengan HTH ekstrem panjang terlama tercatat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni mencapai 131 hari. Selanjutnya, Provinsi Jawa Tengah mengalami HTH hingga 130 hari, dan Provinsi Jawa Timur 129 hari.

Baca juga: Salat Istisqa di Kuala Kapuas, Rahmad Junaidi Berharap Segera Turun Hujan

Berikut daftar wilayah yang mengalami HTH ekstrem panjang:

1. DI Yogyakarta: 131 hari

2. Jawa Tengah: 130 hari

3. Jawa Timur: 129 hari

4. Nusa Tenggara Timur: 118 hari

5. Nusa Tenggara Barat: 115 hari

6. Bali: 113 hari

7. Jawa Barat: 110 hari

8. Banten: 108 hari

9. Sulawesi Selatan: 102 hari

10. Maluku: 94 hari

11. Sulawesi Barat: 91 hari

12. Kalimantan Selatan: 89 hari

13. Kalimantan Tengah: 89 hari

14. Sulawesi Tenggara: 89 hari

15. Gorontalo: 89 hari

16. Sulawesi Utara: 88 hari

17. Maluku Utara: 86 hari

Baca juga: Bangkai Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Kedalaman 30 Meter

Urat nadi kehidupan dan transportasi utama di Sungai Kapuas kini berada dalam titik terendah. Foto: dok.Victor Fidelis Sentosa/Trend Asia

BMKG menyebut hingga pemutakhiran 10 September 2026, zona musim (zom) di Indonesia masih didominasi oleh wilayah yang mengalami musim kemarau. Sebanyak 564 zom atau 80,7% dari total zom tercatat sedang mengalami musim kemarau. Sementara itu, hanya 22 zom atau 3,1% yang telah memasuki musim hujan.

Adapun wilayah lainnya merupakan daerah yang memiliki satu tipe musim, sehingga tidak dikategorikan berdasarkan pergantian musim kemarau dan musim hujan seperti zom pada umumnya.

Selain HTH ekstrem panjang, BMKG juga mencatat banyak provinsi mengalami periode tanpa hujan selama lebih dari satu bulan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian wilayah masih menghadapi periode kering yang cukup panjang. (Beritasatu/kk)

Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca