Kabupaten Banjar
Terdata 469 PAUD di Kabupaten Banjar, 324 PAUD Belum Terakreditasi
MARTAPURA, Total 469 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terdaftar di Dapodik untuk wilayah Kabupaten Banjar, ternyata masih ada 324 lembaga PAUD yang masih belum terakreditasi. Dengan akreditasi lembaga PAUD akan diakui dan dipercaya keberadaannya oleh masyarakat.
Kondisi tersebut disampaikan Kabid Bina PAUD, Pendidikan Keluarga dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Dr Erny Wahdini MPd kepada Kanal Kalimantan, Rabu (2/1).
Hingga penghujung 2018 yang telah terdata, sudah ada 76 lembaga PAUD yang sudah terakreditasi dan hingga tahun 2019. Diyakini akan terus bertambah mengingat pihaknya telah menargetkan 100 lembaga PAUD harus terakreditasi di tahun 2019.
“Sekarang sudah ada 76 PAUD yang terakreditasi, dan untuk tahun 2019 ini kita targetkan 100 lembaga PAUD akan didaftarkan ke sistem Sispena sehingga bisa diakreditasi,†ujarnya.
Lebih jauh Erny mengatakan, setiap tahun pihaknya telah melakukan pemetaan mutu delapan standar akreditasi, sehingga dapat mengetahui lembaga PAUD mana yang hampir mendekati standar akreditasi, untuk selanjutnya siap untuk diakreditasi melalui sistem sispena.
Untuk menilai kelayakan tersebut, standar PAUD diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
Adapun delapan standar PAUD terdiri atas standar tingkat pencapaian perkembangan anak, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan dan standar pembiayaan.
“8 standar itulah yang harus dilengkapi oleh setiap lembaga PAUD, jadi kalau tidak bisa memenuhi 8 standar itu, maka tidak bisa untuk melakukan akreditasi,†ujarnya.
Dari 8 standar tersebut, diakui Erny untuk lembaga PAUD di Kabupaten Banjar kesulitan untuk memenuhi standar standar pendidik dan tenaga kependidikan, mengingat banyak pendidik PAUD yang masih belum berkualifikasi pendidikan S1.
“Untuk mengatasi hal tersebut untuk jangka panjangnya harus kuliah dahulu, sementara untuk solusi jangka pendeknya kita mengadakan diklat berjenjang, diklat dasar hingga setara dengan D3 hingga D4,†jelas Erny. (rendy)
Editorp : Abi Zarrin Al Ghifari
-
HEADLINE2 hari yang laluBangkai Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Kedalaman 30 Meter
-
HEADLINE2 hari yang laluBMKG: DIY Terpanjang, Kalsel dan Kalteng 89 Hari Tanpa Hujan
-
Bisnis1 hari yang laluSejak Dini Siapkan Dana Pensiun, Bonus Saldo BRI DPLK Lewat BRImo
-
HEADLINE1 hari yang lalu11 Sopir Korban Kapal Virgo Belum Ditemukan, Rekan Gelar Doa dan Tabur Bunga
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluPemkab Kapuas Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla 14 Hari Kedepan
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluUpaya Bersama Mencegah Eskalasi Karhutla dan Menjaga Kamtibmas


