Kota Banjarmasin
Tahun 2020, Banjarmasin Akan Punya Museum yang Dilengkapi Teknologi Digital
BANJARMASIN, Sebagai salah satu kota pusaka di Indonesia yang masuk sebagai anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Kota Banjarmasin kini telah merancang sebuah museum sejarah kota seribu sungai. Terletak di kawasan Jalan Teluk Kelayan, Banjarmasin, sebuah rumah tua akan dijadikan sebagai museum oleh Pemko Banjarmasin.
Tak hanya mengandalkan keunikan bangunannya saja, museum itu rencanannya juga akan dilengkapi dengan benda-benda pusaka bersejarah.
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengatakan, rumah yang akan dijadikan sebagai museum itu awalnya milik seorang warga yang lahannya telah dibebaskan oleh Pemko Banjarmasin untuk kepentingan pembuatan siring sungai. “Pembuatan museum Kota Banjarmasin ini akann lebih menguatkan status Kota Banjarmasin sebagai salah satu kota pusaka di Indonesia,†katanya.
H Ibnu Sina bersama kepala SKPD terkait sengaja datang langsung ke rumah yang akan dibuat menjadi museum itu, agar bisa memastikan lokasi maupun bangunan rumah tersebut memang memiliki nilai sejarah dan layak untuk dijadikan museum kota ini.
“Rumah ini sangat cocok untuk dijadikan museum. Alhamdulillah kita dapat rumah ketika akan melakukan pembebasan lahan untuk pembuatan siring sungai,†katanya.
Menariknya, di rumah tersebut telah ada 700 benda pusaka berupa keris, mandau, dan peralatan perang lainnya, serta perabot rumah tangga warisan tempo dulu. Selama ini, dalam rumah berarsitektur Banjar itu, aneka benda pusaka almarhum Basirudin itu dirawat dengan apik dan telaten dari ahli warisnya, Syarifuddin. Kabarnya, Basirudin merupakan salah satu pejuang Tanah Banjar yang melawan kolonialisme Belanda di masa revolusi.
Untuk keberadaan benda pusaka yang rencananya akan mengisi setiap ruang di musem tersebut, lanjut orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini, terlebih dahulu akan dibicarakan dengan ahli waris pemilik benda tersebut.


Meski begitu, mantan anggota DPRD Kalsel ini menyatakan, pihak pemerintah daerah sangat ingin mengelola benda-benda tersebut sebagai bagian dari sejarah kota ini. “Benda pusaka yang ada di rumah ini pengelolaannya akan kita bicarakan dulu dengan pihak ahli warisnya. Kalau Pemko Banjarmasin sebenarnya sangat ingin mengelola benda-benda yang bernilai sejarah itu untuk koleksi dalam museum,†terangnya.
Selain dilengkapi dengan benda pusaka, rencana lain yang akan dibuat dalam museum yang akan diresmikan antara tahun 2019-2020 itu, adanya teknologi digital yang digunakan untuk memperjelas jejak sejarah Kota Banjarmasin.(ammar)
Editor: Chell
-
HEADLINE3 hari yang laluAlasan Kesehatan, Wakil Wali Kota Wartono Ajukan Pengunduran Diri
-
HEADLINE3 hari yang laluLisa Tak Sebut Nama Pengganti Wartono, Delapan Partai Pengusung Punya Peluang
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPameran Sulam Sugul Khas Banjar Catat Transaski Rp228 Juta
-
HEADLINE2 hari yang laluListyo Sigit Prabowo Cs Diduga Sadap Prabowo sejak 2025
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluMasterplan IAD HSU 2026–2030 Buka Peluang Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekosistem Rawa
-
HEADLINE2 hari yang laluAntisipasi Luapan Air, Grill Drainase Mampet di Panglima Batur Dibersihkan



