Connect with us

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Masterplan IAD HSU 2026–2030 Buka Peluang Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekosistem Rawa

Diterbitkan

pada

Wakil Bupati HSU Hero Setiawan membuka konsultasi publik dokumen masterplan IAD HSU 2026–2030, Selasa (3/11/2026), di aula Dr KH Idham Chalid. Foto : diskominfohsu

‎KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) memulai tahap konsultasi publik masterplan Integrated Area Development (IAD) 2026–2030 untuk mengubah potensi ekosistem rawa dan lahan basah menjadi sumber ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

‎Forum lintas pemangku kepentingan ini diselenggarakan untuk menyelaraskan rencana pembangunan kawasan terpadu yang menggabungkan pengelolaan lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, serta sejumlah program unggulan daerah selaras dengan visi HSU Bangkit.

‎Wakil Bupati HSU Hero Setiawan saat membuka kegiatan, menekankan karakteristik wilayah HSU yang didominasi ekosistem rawa dan lahan basah menyimpan potensi unggulan mulai dari perikanan rawa, kerbau rawa, kerajinan purun hingga itik Alabio yang dapat dikembangkan melalui pendekatan IAD.

‎Wakil Bupati HSU Hero Setiawan. Foto: diskominfohsu

Baca juga : Alasan Kesehatan, Wakil Wali Kota Wartono Ajukan Pengunduran Diri

‎“Pendekatan IAD dirancang agar pengembangan perhutanan sosial tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga terintegrasi dengan penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, kemitraan usaha serta perluasan akses pasar,” kata Hero Setiawan, Selasa (3/11/2026) siang, di aula Dr KH Idham Chalid.

‎Implementasi IAD akan disinergikan dengan program unggulan daerah seperti OVOC, OPOP, PROLANDA, Kayuh Jukung, SITANI, konservasi kerbau rawa, KAPLINGAN, DESTANA dan PERAK, serta sejalan dengan visi HSU Bangkit menjadikan wilayah tersebut agrominapolitan penopang logistik Kalimantan Selatan dengan semangat “Bangkit Bersama, Berbakti Gasan Banua”.

‎Saat ini HSU memiliki delapan persetujuan perhutanan sosial seluas 16.521 hektare yang dikelola oleh 17 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial, meskipun sebagian kelompok tersebut masih belum berkembang.

Baca juga : Penampang Saluran Drainase di Ahmad Yani Km 33,5 Tak Mampu Tampung Air

‎Oleh karena itu, pemerintah daerah memprioritaskan penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan kapasitas usaha, pengolahan hasil produksi serta akses permodalan dan pasar.

‎Hero Setiawan mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem rawa dan gambut termasuk mitigasi banjir, serta meminta Bapperida mengoordinasikan integrasi program lintas perangkat daerah.

‎Lebuh lanjut, Wakil Bupati HSU menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan, GGGI, PT Orien Spasia Ecoscape dan seluruh pihak yang terlibat penyusunan dokumen masterplan.

Baca juga : Kalsel Membidik sebagai Pusat Gerbang Logistik Kalimantan

‎Kegiatan ini menghadirkan narasumber lintas tingkat pemerintahan dan lembaga internasional, yakni Ir Nur Dwiyanti dari Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Dr Ir Suprapti Tri Astuti dari Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Eko Nopriadi dari BPS Kalsel serta Stepi Hakim dari Global Green Growth Institute.

‎Acara juga dihadiri Sekretaris Daerah HSU, Adi Lesmana, Kepala Kantor Kementerian Agama HSU, pejabat Pemkab HSU, camat, dan kepala desa se‑Kabupaten HSU.

Baca juga : Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Bimtek Ahli Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

‎Keberhasilan IAD membutuhkan dukungan berkelanjutan dari instansi kehutanan, pemerintah desa, kelompok usaha, dunia usaha, perguruan tinggi dan mitra pembangunan.

‎Keberhasilan program nantinya ditandai dengan kemandirian kelompok perhutanan sosial, peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan pasar produk unggulan daerah serta terjaganya kelestarian lingkungan. (Kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew

Editor : bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca