Infografis Kanalkalimantan
Sejarah Hari Olahraga Nasional 9 September
KANALKALIMANTAN.COM – Tanggal 9 September, masyarakat Indonesia memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) sebagai ajang merayakan semangat, sportivitas, dan prestasi di bidang olahraga.
Tema Hari Olahraga Nasional 2025
Baca juga: Pj Sekda Banjarbaru: ASN Harus Jadi Panutan Bayar Pajak Kendaraan Bermotor
Pada kesempatan Hari Olahraga Nasional 2025 kali ini mengusung tema “Olahraga Satukan Kita”. Hal ini menjadikan olahraga bukan hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga membawa semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Melalui tema ini, olahraga dipandang sebagai wadah dalam membangun kebersamaan, kehangatan, dan sportivitas masyarakat Indonesia.
PON I Cikal Bakal Sejarah Haornas
Sebagai gantinya, PORI menggelar konferensi darurat pada 1 Mei 1948 di Solo. Keputusannya? Mengadakan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama. PON I pun resmi digelar di Surakarta pada 9-12 September 1948 dan dibuka langsung oleh Presiden Soekarno di Stadion Sriwedari.
Baca juga: Entry Meeting BPK RI Kebijakan Ketahanan Pangan, Ini Kata Sekda Kapuas
PON I bukan cuma sekadar lomba olahraga, tapi juga simbol persatuan dan kemandirian bangsa. Dari momen bersejarah ini, tanggal 9 September akhirnya dikenal sebagai bagian penting dalam sejarah Haornas.
Penetapan Resmi Haornas
Butuh waktu panjang sebelum Haornas resmi ditetapkan. Pada 1983, Presiden Soeharto meresmikan tanggal 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional saat peresmian pemugaran Stadion Sriwedari.
Penetapan ini makin kuat dengan terbitnya Keputusan Presiden Nomor 67 Tahun 1985. Tujuannya jelas: memasyarakatkan olahraga sekaligus mengolahragakan masyarakat. Sejak saat itu, sejarah Haornas terus diperingati tiap tahun dengan berbagai kegiatan olahraga di seluruh Indonesia.
Presiden Soekarno menjadi salah satu penggagas awal. Sejak 1945, ia sudah menekankan pentingnya kebugaran fisik sebagai simbol persatuan bangsa. Bung Karno juga membuka langsung Pekan Olahraga Nasional (PON) I di Stadion Sriwedari.
Tokoh berikutnya, Widodo Sastrodiningrat, selaku Ketua PORI, berperan besar dengan menginisiasi konferensi darurat yang melahirkan ide penyelenggaraan PON I pada 1948, sebagai respons atas penolakan Indonesia di Olimpiade.
Sementara itu, Sri Sultan Hamengkubuwono IX memimpin jalannya PON I dan terus konsisten memperjuangkan olahraga nasional. Pada 1983, ia juga sempat mengusulkan 10 September sebagai Hari Olahraga Nasional, menunjukkan dedikasinya pada dunia olahraga.
Perjalanan sejarah ini kemudian dipertegas oleh Presiden Soeharto yang secara resmi menetapkan Haornas pada 9 September melalui Keputusan Presiden Nomor 67 Tahun 1985. Keputusan tersebut menjadi landasan hukum bagi peringatan Haornas hingga kini.
Para tokoh tersebut memiliki kontribusi besar sehingga Haornas dapat kita rayakan sebagai simbol persatuan, kebugaran, dan semangat olahraga bangsa.(Kanalkalimantan.com/kk)
Editor: kk
-
Komunitas3 hari yang laluKebersamaan PRTB Banjarmasin dalam Reuni dan Halalbihalal
-
Kabupaten Banjar18 jam yang laluWabup Lantik 177 Pejabat di Lingkungan Pemkab Banjar
-
Kriminal Banjarmasin3 hari yang laluTiga Pelaku Pengeroyokan di Sungai Bilu Menyerahkan Diri ke Polisi
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluHari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas, Gubernur Kalteng: Penguatan Sektor Pertanian
-
HEADLINE2 hari yang laluJemaah Haji Mulai Diberangkatkan 22 April
-
Ekonomi1 hari yang laluEkonomi dan Fiskal Kalsel Awal 2026 Positif, Inflasi Bulanan 0,86 Persen






