Kanal
Sampah Kayu Numpuk di Jembatan Paliwara, BPBD HSU Terjunkan TRC
AMUNTAI, Berton-ton sampah kayu menumpuk di jembatan Paliwara aliran Sungai Nagara, kota Amuntai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan pembersihan secara manual.
Sampah yang diperkirakan berton-ton tersebut sebagian besar merupakan tumpukan bambu dan batang pohon kayu mati yang hanyut dari hulu sungai, dimana semakin hari semakin menumpuk apabila dibiarkan lebih lama lagi.
Tidak kurang 15 personel anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD HSU diturunkan untuk mengatasi tumpukan sampah kayu tersebut, mulai dari pemotongan batang-batang pohon menggunakan gergaji secara manual sampai menggunakan tali tambang.
Hal ini juga dilakukan sebagai bentuk mengurangi resiko bencana di tengah musim hujan, dikhawatirkan tumpukan sampah tersebut akan membuat banjir semakin parah.
Kepala BPBD HSU Sugeng Riyadi saat ditemui di lokasi pembersihan, Selasa (22/1), mengungkapkan, pembersihan tumpukan kayu di sungai bawah jembatan Paliwara dilakukan lantaran menanggapi laporan warga, TRC BPBD HSU dengan sigap membersihkan tumpukan sampah.
“Sampah yang tertumpuk di tempat kita ini adalah kiriman dari hulu, baik dari Sungai Tabalong maupun Sungai Balangan, curah hujan tinggi sampah kayu terbawa arus sampai ke daerah HSU,†ungkap Sugeng.
Ia menambahkan, pembersihan juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir di HSU, karena tumpukan sampah dapat menghambat arus air yang mengalir di wilayah Kabupaten HSU. Seandainya dibiarkan dikhawatirkan nantinya tumpukan sampah kayu ini akan bertambah besar, sehingga dapat mengganggu konstruksi dari jembatan dan jalan yang ada di pinggiran aliran sungai.
Sugeng mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, karena sampah yang dibuang sembarang ke sungai justru akan membuat aliran air di sungai menjadi tersumbat. Air yang seharusnya bisa mengalir dengan lancar menjadi tersumbat sehingga menyebabkan bencana banjir.
“Selama musim hujan tolong diperhatikan sampah di selokan, apalagi warga yang berdekatan dengan aliran sungai, salah satu penyebab terjadinya banjir itu karena tidak lancarnya aliran sungai yang dipenuhi sampah,†pungkasnya. (dew)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluCuaca Kalsel Diprakirakan Masih Cerah, Suhu Udara Capai 36 Derajat Celcius
-
HEADLINE2 hari yang lalu22 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Tak Tercatat Manifes
-
HEADLINE1 hari yang laluSanksi Karhutla, Lima Izin Konsesi Perusahaan di Kalteng-Kalsel-Kalbar Dicabut
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPemkab Kapuas Luncurkan QRIS Digitalisasi Pembayaran Retribusi
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluDinsos P3AP2KB Banjar Bantu Warga Pemilik Rumah Tak Layak Huni di Gudang Hirang
-
HEADLINE1 hari yang laluPenyelam Basarnas Berupaya Masuk Kapal Virgo, Kompartemen Bawah Paling Sulit dan Berbahaya






