Kota Banjarbaru
Rapid Test Saat Ini Baru ‘Membaca’ 1 Persen dari Total Populasi Kalsel
Mengukur Puncak Pandemi Covid-19 di Kalsel Lewat Pemodelan Matematika (3)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penyebaran Covid-19 di Kalimantan Selatan saat ini cukup masif. Ini terbukti dengan tingginya temuan kasus berdasarkan hasil tracing yang dilakukan oleh Tim Surveilans Epidemiologi di kabupaten dan kota.
Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Kalsel pada Rabu (27/5/2020) sore, tercatat sebanyak 703 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan, pakar epidemiologi dr. H. IBG Dharma Putra menyebut sebanyak 2.100 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari 2.100 orang itu, 15.750 orang merupakan orang tanpa gejala dan 5.250 orang yang terpapar Covid-19 dan perlu perawatan.
Terkait hal ini, akademisi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru Dr. M. Ahsar Karim berharap adanya keterbukaan data dan informasi terkait Covid-19 di Kalimantan Selatan. Langkah ini guna memberikan kemudahan dalam melakukan kajian penyebaran Covid-19.
“Kita sangat berharap mereka mempunyai data yang valid,” kata Dr. Ahsar, Rabu (27/5/2020) malam.
Data valid yang dimaksud, seperti pelaksanaan rapid test di Kalsel dilakukan secara besar-besaran. Karena sepengetahuan Dr. Ahsar, baru 5.000 rapid test yang digunakan untuk tracing.
“Sementara jumlah penduduk Kalsel ini, jika berdasarkan data Badan Pusat Statistik itu sebanyak 4,3 juta. Kalau sebelumnya kita buat prediksi, jumlah penduduk Kalsel ini bisa mencapai 5 juta. Jika (rapid test) 5.000 buah, maka itu hanya satu persen yang melakukan rapid test,” paparnya.
Sementara, orang-orang yang dinyatakan positif, meninggal dunia dan sembuh karena Covid-19, lanjut Dr. Ahsar, baru berdasarkan data-data yang ada. Atau hanya satu per seribu. “Sekarang kita bayangkan, baru satu per seribu saja sudah segitu angkanya, bagaimana kalau rapid test ini mencapai 80 persen? Tapi itu akan mahal sekali,” lugasnya.
Tanpa adanya hal-hal seperti itu, menurut akademisi FMIPA ULM ini, maka pihak-pihak yang melakukan penelitian pada umumnya melakukan prediksi. (Kanalkalimantan.com/fikri)
Editor : Chell
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluAnjangsana Pemprov Kalsel, Rudy Ariffin Dukung Keberlanjutan Pembangunan
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluSelawat Bergema di Alun-alun Ratu Zalecha, Al-Habib Ali Zainal Abidin Pimpin Banjar Berselawat
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluKarhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Ancam Pipa Distribusi Utama, PTAM Intan Banjar Lakukan Pemadaman
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWali Kota Lisa Melepas Kontingen Banjarbaru ke Jamnas Pramuka XII 2026
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluAntisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Kapuas Mantapkan Rencana Kontinjensi Karhutla 2026
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPuluhan Personel Satpol PP Dikerahkan Jaga Keamanan Banjar Berselawat



