HEADLINE
Puluhan Hektare Lahan di Syamsudin Noor Kembali ‘Menyala’ hingga Tengah Malam
BANJARBARU, Puluhan hektare lahan di empat wilayah kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, ludes terbakar pada Selasa (10/9) hingga pukul 23.00 Wita.
Kebakaran ini terjadi sejak pukul 18.00 Wita, kendati satgas Karhutla sudah berupaya memadamkan titik api, namun api terus berkobar seiring tiupan angin yang terus berhembus kencang di tempat tersebut.
“Adapun empat wilayah di Kelurahan Syamsudin Noor ini yang terbakar ini meliputi Tambak Tatap, Handil 5, Handil 6 , Handil mayat, berjam jam kita berupaya memadamkan api, akhirnya padam juga hingga pukul 23.00 wita,” ujar Plh Danramil 1006-12/LA Nur Yanto.
Ditambahkan Nur, kendala Satgas Karhutla dalam melakukan pemadaman malam ini karena akses masuk yang sangat terbatas. Termasuk keterbatasan sumber air, hingga alat pemadam.
“Kendalanya kami di lapangan ini selain arah angin yang tidak menentu, sehingga api semakin meluas. Kami juga sangat-sangat kekurangan air, hingga kami memadamkan dengan cara manual, hanya edikit lahan yang kita padamkan dengan cara pembasahan,” akunya.
Setelah melakukan pemadaman berjam-jam lamanya dan banyaknya satgas Karhutla yang berdatangan ke titik lokasi, membuat api dapat di padamkan sepenuhnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin Noor menjelaskan kabut asap sudah terjadi di bandara pukul 06.00 Wita sampai pukul 07.00 Wita. Hal ini menyebabkan beberapa pesawat delay atau menjadwalkan ulang dari jadwal penerbangan semula.
Tetap menurut Wahyuddin, pukul 08.00 Wita ke atas sudah mulai normal di atas 800 meter. Penyebab utama terjadinya kabut asap di bandara ini ada empat titik gambut yang terbakar, pertama di belakang Bandara di Guntung Damar sebanyak dua titik.
Kemudian sisanya di Kompleks Griya Utama Trikora dan daerah Pengayuan Lik Lianganggang ke arah Batibati. “Empat titik itulah mengirim asap yang lumayan banyak kemarin. Dan upaya kita pemadaman kemarin, satgas udara kemarin sudah habis jam terbangnya, dan satgas darat kita sudah kehabisan air. Karena kering kita menunggu sekitar satu jam lalu ada air lagi,” kata Wahyuddin, Selasa (10/9) pagi.
Upaya kedepannya, sambung Wahyuddin, hari ini petugas akan membuat kolam dari karet untuk transit air sehingga dua titik di Guntung Damar itu bisa dibasahi sampai pukul 06.00 Wita. “Sehingga malamnya, asap itu bisa kita redam dan keluar hingga bisa dikendalikan,” kata Wahyuddin.
Pihaknya terus mengimbau kepada Satgas dimanapun selalu waspada apalagi hari ini terekam ada 324 Hot spot. “Pola kami masih sama untuk pengamanan Bandara tetap dilakukan. Satgas yang semula disebar kami tarik dan juga diminta fokus pengamanan dan penanganan areal seputar Bandara,” katanya.(rendy)
Editor : Chell
-
HEADLINE2 hari yang laluProyek Strategis Kalsel: Jembatan Pulau Laut, Jalan Lintas Tengah, KEK Mekar Putih
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluPerkuat Peran Sub-urusan Jasa Konstruksi di Daerah, PUPR Kalsel Gelar Rakor
-
kampus3 hari yang laluYudisium FKIP ULM 2026 Luluskan 257 Mahasiswa
-
Kriminal Banjarmasin3 hari yang laluPolisi Ungkap Motif Penusukan Berakhir Nyawa di Sungai Jingah
-
HEADLINE2 hari yang laluPembebasan Lahan Bendungan Riam Kiwa Disiapkan Rp150 Miliar
-
Kalimantan Tengah2 hari yang laluSatgas PKH Sita Tambang Batu Bara Milik Samin Tan di Kalteng





