Connect with us

Pemilu 2024

Pilwali Banjarbaru, Badrul Ain: Ngapain Memilih Orang yang Sakit

Diterbitkan

pada

Pengamat sosial politik Banjarbaru Badrul Ain Sanusi. Foto: ist

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Wanti-wanti partai Golkar kepada KPU Banjarbaru agar selektif saat pemeriksaan kesehatan bakal calon kepala daerah Kota Banjarbaru menimbulkan tanya besar.

Partai Golkar yang jauh-jauh hari telah menjadi perahu politik bakal calon Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menjadi salah satu partai dalam gerbong koalisi besar, nampakanya memiliki ketidaksepahaman terkait nama calon pendamping.

Meski Ketua DPD Partai Golkar Banjarbaru, Gusti Rizky Putera Iskandar, tak mau blak-blakan soal siapa nama bakal calon yang berkaitan dengan kondisi kesehatan. Namun, topik ini seakan merujuk ke salah satu figur bakal calon wakil wali kota pendamping dari Lisa Halaby yang mulai muncul ke publik, Wartono -Wakil Wali Kota Banjarbaru-.

Baca juga: Golkar Tarik Dukungan, Arifin-Akbari Terima SK PDIP Maju Pilwali Banjarmasin

Bukan lagi menjadi rahasia bahwa kondisi kesehatan Ketua DPC PDIP Banjarbaru itu tak stabil alias sakit-sakitan.

Partai Golkar sebagai pemegang kursi terbanyak di DPRD Banjarbaru dengan 6 kursi hasil Pileg 2024, nampaknya waswas dengan keputusan Lisa Halaby bakal memilih Wartono sebagai bakal calon wakil wali kota di Pilwali Banjarbaru.

Kondisi politik jelang pendaftaran ke KPU Banjarbaru itu, menurut pengamat sosial politik Banjarbaru Badrul Ain Sanusi terlihat dari pernyataan salah satu pengurus DPD Partai Golkar Banjarbaru dalam forum resmi bersama KPU Banjarbaru, hanya menekankan pada aturan kesehatan bakal calon kepala daerah yang mesti benar-benar diperhatikan.

Baca juga: Phialsa Zahra Bangga Terpilih Bawa Baki di Upacara HUT RI di Kabupaten Banjar

“Tentunya perihal kesehatan harus dari dokter yang berpengalaman, kredibel, dan independen. Misalkan rekomendasi dokter mengatakan si calon tersebut tidak sehat secara fisik ataupun psikologis dan dapat mengganggu tanggung jawab sebagai pemimpin, maka itu tidak boleh dan sangat tidak dibenarkan untuk mendaftar menjadi kepala daerah,” beber Badrul.

“Apabila kesehatan bakal calon tidak baik dan bisa berakibat lainnya, KPU tidak bisa memaksakan. Ngapain memilih orang yang sakit,” tegasnya.

Agak menarik, kata Badrul, karena Partai Golkar sendiri sempat dikabarkan kuat bergabung dalam koalisi Lisa Halaby. Namun, dengan adanya pernyataan tentang kesehatan bakal calon tadi, menunjukkan ada tarik menarik calon wakil wali kota dalam koalisi partai politik pendukung Lisa Halaby.

“Dalam dunia politik, semua bisa terjadi selama belum mendaftarkan diri ke KPU, partai pendukung pindah ke haluan lain, itu sah saja di dalam dunia politik,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/kk)

Reporter : kk
Editor : bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca