Kota Banjarmasin
Perumusan Kajian Aspek Kualitas Hidup Masyarakat Banjarmasin
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Bappeda Litbang menggelar diseminasi hasil-hasil Kelitbangan tahun 2026, Senin (26/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah fokus kajian utama yang berhubungan dengan aspek kualitas hidup terhadap masyarakat.
Pertama, pemerataan fasilitas pendidikan berupa analisis mendalam tentang daya tampung sekolah dan dampak sistem zonasi guna memastikan sarana prasarana setara dengan pertumbuhan penduduk.
Baca juga: Meta hingga TikTok Digugat karena Picu Kecanduan Remaja
Kedua, penataan kawasan kumuh berupa pendekatan sosiologis masyarakat bantaran sungai guna memastikan penataan infrastruktur berjalan beriringan dengan karakter budaya lokal yang lebih berkelanjutan.
Ketiga, Indeks Kota Layak Huni berupa evaluasi ruang kota untuk menghadirkan lingkungan yang nyaman dan mendukung kesejahteraan semua warga Banjarmasin.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan, pemerintah berupaya mengurangi risiko dalam penyusunan program kerja dan memastikan kehadiran negara menyentuh persoalan mendasar warga melalui riset komprehensif.
Baca juga: Ini Susunan Upacara Bendera di Sekolah Menurut Aturan Baru 2026
Langkah pembangunan sekarang tidak sekadar kewajiban administratif, melainkan harus berdasar pada data dan kajian saintifik.
“Harapannya hasil kajian ini dapat segera terintegrasi dalam program kegiatan tahun berjalan hingga tahun 2027, demi mewujudkan visi Banjarmasin yang Maju dan Sejahtera,” ujarnya.
Sekda Ikhsan menyoroti tiga poin mendasar yang mesti dilaksanakan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), antara lain mengingatkan bahwa hasil kelitbangan harus menjadi rujukan nyata dalam perumusan kebijakan.
Baca juga: DPMPTSP Kenalkan Layanan MPP Balangan ke Perangkat Desa
Menguatkan sinergi antara pemerintah dan akademisi dan menjamin proses implementasi pasca-forum berjalan efektif dengan tindakan segera atau penguatan regulasi.
“Ini bertujuan agar perencanaan yang kuat dibarengi dengan pemanfaatan hasil kajian yang optimal di lapangan,” pungkas Ikhsan.
Sementara Kepala Bappeda Litbang Kota Banjarmasin, Ahmad Syauqi menuturkan, hasil kajian sepanjang tahun ini harus berdampak konkret bagi kualitas hidup warga.
Baca juga: Wabup Kapuas Kunjungi Kecamatan Kapuas Hulu dan Mandau Talawang
“Melalui diseminasi dan sosialisasi ini artinya kita ingin seluruh SKPD dan pemangku kepentingan bisa memanfaatkan hasil kelitbangan maupun rekomendasi yang ada agar bisa masuk dalam program kegiatan di tahun berjalan maupun di 2027 mendatang, sebagai bagian dari visi misi Wali Kota yakni Banjarmasin maju sejahtera,” jelasnya.
Salah satu peneliti, Dr M Rahmatullah menyebutkan, sisi kajian pemerataan fasilitas pendidikan yakni meningkatnya rombongan belajar kelas akibat pertumbuhan penduduk yang tidak dibarengi peningkatan sarana prasarana memadai.
“Belum lagi dampak sistem zonasi pada daya tampung sekolah yang tidak berjalan seirama. Menjadi tugas kita bersama untuk memetakan kebutuhan dan prioritas fasilitas, bukan hanya di tingkat kecamatan maupun kelurahan, tapi menyentuh langsung masing-masing sekolah,” ungkapnya.
Dengan demikian, diseminasi ini mempertegas komitmen Pemko Banjarmasin dalam melahirkan kebijakan publik yang akurat dan tepat sasaran. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluRencana Jembatan Barito II, Pemprov Kalsel Ikut Menyusun DED
-
NASIONAL2 hari yang laluIni Susunan Upacara Bendera di Sekolah Menurut Aturan Baru 2026
-
Pendidikan1 hari yang laluCara Cek NISN PIP 2026 agar Dana Bantuan Tidak Hangus
-
HEADLINE2 hari yang laluMeta hingga TikTok Digugat karena Picu Kecanduan Remaja
-
Kota Banjarmasin1 hari yang laluNol Kilometer Lokasi Pasar Wadai Ramadan Banjarmasin
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluTerminal Kapuas Terbengkalai, Pemkab Kapuas Siap Jadikan Rest Area Terpadu



