Connect with us

Hukum

Pertengkaran Berujung Maut, Seorang Suami di Garut Habisi Nyawa Istrinya

Diterbitkan

pada

Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono. Foto: ANTARA/Feri Purnama
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Polisi mengungkap hal mendorong seorang suami di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut tega menghabisi nyawa istrinya sendiri.

Menurut Kapolres Garut AKBP, Wirdhanto Hadicaksono pemicu pembunuhan diduga karena faktor ekonomi sehingga terjadi pertengkaran yang berujung kematian.

“Motif utamanya menurut keterangan saksi adalah faktor ekonomi, karena dalam kurun waktu beberapa belakangan ini ada kesulitan ekonomi yang akhirnya terjadi percekcokan di antara mereka berdua,” kata Kapolres kepada wartawan di Garut, dikutip dari Antara, Kamis (9/9/2021).

Ia menuturkan pelaku inisial AN (28) melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya MM (25) hingga akhirnya meninggal dunia karena mengalami banyak luka tusukan.



 

 

Aksi suaminya itu, kata Kapolres, dengan cara membenturkan kepala kemudian menusukkan gunting ke beberapa tubuh korban di rumahnya Kampung Cibingbin, Kecamatan Selaawi, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Diduga Buang Limbah ke Laut, Ratusan Nelayan Berunjuk Rasa

“Akhirnya korban seketika meninggal dunia karena kehabisan darah,” katanya.

Kapolres menyampaikan aksinya itu diketahui oleh warga sekitar, pelaku yang panik berusaha mengakhiri hidupnya dengan cara melukai lehernya, namun aksinya itu berhasil dicegah lalu dibawa ke rumah sakit.

“Pelaku sedang dilakukan perawatan karena pelaku berupaya melakukan percobaan bunuh diri dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Sartika Asih di Bandung,” kata Kapolres.

Ia menyampaikan polisi belum memeriksa lebih lanjut terkait pelaku yang berani membunuh istrinya itu, karena kondisi pelaku masih menjalani perawatan medis.

Polisi akan menjerat pelaku dengan pasal berlapis yakni adanya unsur pembunuhan berencana, termasuk Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman lebih dari 12 tahun penjara. (Suara.com)

Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->