Pembenahan Sentral Ekonomi Jadi Perhatian Deddy Subiantoro - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kota Banjarmasin

Pembenahan Sentral Ekonomi Jadi Perhatian Deddy Subiantoro

Diterbitkan

pada

Politisi Partai Golkar Kota Banjarmasin H Deddy Subiantoro Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN, Calon Anggota Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin H Deddy Subiantoro melihat, masih kurangnya perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin terhadap sentral-sentral ekonomi kerakyatan di Kota Seribu Sungai.

Karenanya jika ia terpilih nantinya, politisi Partai Golkar tersebut berjanji akan memperjuangkan pembenahan sentral-sentral ekonomi kerakyatan yang ada di Kota Banjarmasin melalui lembaga legislatif.

“Salah satu sentral ekonomi kerakyatan yang akan saya perjuangkan untuk dibenahi adalah Pasar Tradisional. Karena seperti diketahui kondisi Pasar Tradisional kita sekarang ini sebagian besar sudah memprihatinkan,” keluh Owner Perusahaan Outsorcing Tropis Group tersebut, Senin (19/11).

Padahal menurutnya, sudah banyak sekali Ritel-Ritel Modern yang membuka cabang usahanya di Kota Banjarmasin. Kalau pembenahan Pasar Tradisional tidak menjadi perhatian, maka tentu lambat laun banyak masyarakat yang beralih berbelanja ke ritel modern kerimbang Pasar Tradisional.

“Sekarang sudah mulai terjadi, karena berbelanja di Ritel Modern lebih rapi dari jauh dari kesan kumuh. Makanya pembenahan Pasar Tradisional ini perlu dilakukan segera, agar UMKM yang berjualan disana tidak sepi pembeli dan bangkrut kemudian,” ungkapnya.

Baginya, jika Pemko Banjarmasin komitmen, sebenarnya bisa saja Pasar Tradisional di Kota Banjarmasin disulap menjadi pasar yang layak dan nyaman dikunjungi oleh masyarakat.

Bahkan sudah banyak sekali Kota di Indonesia yang sukses menyulap Pasar Tradisional mereka menjadi pasar yang bersih, rapi dan jauh dari kesan kumuh untuk melindungi UMKM mereka dari kebangkrutan.

“Intinya asal ada kemauan, pasti Pasar Tradisional kita juga bisa seperti itu. Lagi pula kan Payung Hukumnya juga sudah ada terkait pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang khusus menangani Pasar Tradisional. Jadi tentu kalau ini sudah jalan pengelolaannya bisa lebih profesional,” pungkasnya.(arief)

Reporter: Arief
Editor: Chell

Bagikan berita ini!