kampus
Pemanfaatan Lahan Basah di Rawasari Banjarmasin Tengah
Oleh: Cheryl Rinjani Eileen Manurung, Prodi Geografi, ULM
KANALKALIMANTAN.COM – Lahan basah merupakan area yang tanahnya jenuh air atau tergenang air, baik secara permanen ataupun musiman. Lahan basah dapat tercipta secara alami maupun buatan. Contoh tanaman yang hidup di daerah lahan basah antara lain, purun tikus, teratai, eceng gondok.
Wilayah Kalimantan Selatan sendiri diperkirakan memiliki 32,39% lahan basah yang mencakup beberapa jenis lahan seperti rawa, lahan gambut, dan hutan bakau (mangrove).
Lahan basah memiliki manfaat yang cukup beragam mulai dari penyedia air bersih, habitat ikan dan satwa, penyerap karbon & pengendali banjir, lahan pertanian, perikanan, dan ekowisata.
Baca juga: Menu MBG di SDN 1 Loktabat Utara Didapati Basi, Pernah Sebelumnya Terjadi
Daerah Rawasari menjadi daerah pilihan karena berada di dekat sungai Jafri zamzam. Di Rawasari sendiri ternyata memiliki banyak sekali lahan basah yang dapat di temukan. Di daerah Rawasari yang masuk dalam wilayah Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin selain memiliki banyak sekali lahan basah mereka juga memiliki beragam vegetasi dan fauna yang hidup dan berkembangbiak di daerah lahan basah tersebut. Contoh vegetasi yang saya temukan adalah teratai, dan untuk faunanya sendiri ada keong mas, ikan dan kepiting sungai.
Hasil observasi setelah melakukan penelitian di daerah Rawasari. Banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa genangan air yang berada di sekitar tempat tinggal mereka itu merupakan lahan basah. Namun, setelah ada edukasi yang diberikan kepada masyarakat mereka mengetahui bahwa genangan air atau tanah yang jenuh air tersebut merupakan lahan basah.
Baca juga: Penting! P3K di Jalan Raya Bagi Relawan Damkar dan Emergency

Cheryl Rinjani Eileen Manurung bersama warga Rawasari, Banjarmasin. Foto: Cheryl Rinjani Eileen Manurung
Banyak masyarakat yang memanfaatkan lahan basah tersebut sebagai penyedia air bersih, salah satu contohnya untuk membersihkan pelataran rumah. Adapun masyarakat yang memanfaatkan lahan basah sebagai tempat ternak ikan dan ada juga masyarakat yang hanya mengetahui bahwa lahan basah hanya sebagai habitat ikan dan satwa.
Tingkat kepedulian masyarakat terhadap keberadaan lahan basah cukup rendah, karena masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Beberapa masyarakat membuang sampah rumah tangga mereka di daerah lahan basah tersebut sehingga mencemari lahan basah yang seharusnya dilestarikan dan dijaga keberadaannya.
Baca juga: Patrick Kluivert dan Jajaran Dipecat PSSI

Perlu ada edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan dan kebersihan lahan basah yang masih ada di sekitar tempat tinggal kita. Banyak cara yang dapat kita lakukan agar menjaga keberlanjutannya lahan basah seperti mengelola pembuangan sampah rumah tangga, mengadakan edukasi atau sosialisasi kepada masyarakat, adanya penegakan hukum, pengelolaan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar serta rehabilitas ekosistem. (Kanalkalimantan.com/kk)
Editor: kk
-
Lifestyle3 hari yang laluMasterChef Indonesia Season 13: Profil Chef Juna dan Dua Juri Profesional Baru
-
HEADLINE2 hari yang laluTipu-tipu Over Kredit Kendaraan Bermotor, 15 Mobil Disita Ditreskrimum Polda Kalsel
-
HEADLINE3 hari yang laluDaftar Bansos Kemensos Desember 2025: Cara Cek & Kapan Cairnya
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluKAD Antikorupsi Kalsel Perkuat Masyarakat Sipil Cegah Korupsi
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluUji Coba Tiga Halte Baru di Ahmad Yani Banjarbaru
-
Kalimantan Selatan3 hari yang lalu13 Rekomendasi KAD Antikorupsi Kalsel dari FGD dan Raker 2025



