Connect with us

Kab. HSU

Pasar Ramadhan Wadah Pelaku UKM Promosi Kuliner Lokal

Diterbitkan

pada

Berbagai jajanan kue tradisional lokal hanya bisa dijumpai saat bulan puasa. Foto : dewahyudi

AMUNTAI, Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul Wahid HK membuka Pasar Ramadhan di jalan Basuki Rahmat samping Taman Putri Junjung Buih Amuntai, Senin (6/5) petang.

Pasar Ramadhan menyediakan berbagai macam makanan, jajanan dan takjil untuk berbuka puasa untuk warga kota Amuntai.

Bupati HSU H Abdul Wahid mengajak semua warga menyambut datangnya bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan ini dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

“Marilah kita saling maaf memaafkan untuk mebersihkan jiwa kita dari segala dosa dan kesalahan, serta saling menjaga kerukunan dan tali silaturahmi agar daerah kita tetap dalam situasi dan kondisi yang aman dan kondusif, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah puasa dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan,” ujar Wahid.

Sementara itu, terkait Pasar Ramadhan, merupakan tradisi yang sangat positif, disamping untuk memenuhi keperluan warga dalam menyediakan menu berbuka puasa, selain itu produk-produk yang diperdagangkan kiranya juga dapat meningkatkan kecintaan terhadap kuliner lokal khususnya kuliner khas Hulu Sungai Utara.

Pemerintah daerah akan selalu berusaha dan berupaya untuk meningkatkan penyelenggaran acara pasar Ramadhan setiap tahunnya.

Pasar Ramadhan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam hal menyiapkan menu berbuka puasa, termasuk juga mengakomodasi para pelaku UKM.

“Saya berharap agar tetap menjaga kebersihan dilingkungan pasar Ramadhan ini, dan yang lebih penting saya minta kepada para pedagang agar tetap mematuhi aturan jam buka yang sudah diatur oleh pemerintah daerah,” ucap Bupati HSU.

Selain itu, ia juga mengajak untuk memuliakan dan memakmurkan masjid dan langgar dengan berbuka puasa bersama, menjalankan ibadah tarawih dan tadarus Al Qur’an.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten HSU, Hj Anisah Rasyidah Wahid, mengatakan dengan adanya pasar Ramadhan dapat memperkenalkan makanan-makanan tradisional yang jarang ada di warung-warung biasa, misalnya seperti cingkaruk, gaguduh banyalam, gagatas dan lain-lain. “Perlu dilestarikan agar generasi-generasi muda mengenal kue-kue atau wadai tradisional tersebut,” katanya.Kepala Disperindagkop UKM HSU, H Akhmad Redhani Effendi mengatakan, ada 25 stand yang menempati 45 stand yang disediakan, sebagian besar pedagang ada yang menempati 2 stand sekaligus. Untuk waktu berjualan ditetapkan dari pukul 14.00 Wita sampai menjelang buka puasa. (dew)

Reporter : Dew
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->