Kanal
Pasar Ramadhan di Buntok Jadi Ajang Wisata Kuliner
BUNTOK, Pasar Ramadhan di Buntok ibu kota Kabupaten Barito Selatan (Barsel), tidak hanya menjadi tempat berbelanja persiapan buka puasa, tetapi juga jadi ajang wisata kuliner.
“Hampir semua kue tradisional ada, kalau di luar Ramadhan jarang ada yang jual kue-kue seperti itu, hanya saat bulan puasa seperti ini banyak yang menjualnya. Makanya mumpung ada yang jual, puas-puasin saja makannya,†kata Wahyu Iskandar kepada Kanalkalimantan.com, warga Buntok, saat berbelanja di Pasar Ramadhan Buntok, Senin (6/5).
Hampir semua jenis kue tradisional disediakan pedagang. Seperti berbagai jenis bingka, kue lapis, putu mayang, amparan tatak dan bahkan hingga olahan dari warga Hulu Sungai Kalsel, yang dijual dengan harga berkisar antara Rp15.000 hingga Rp45.000 per kue ukuran sedang.
Tidak hanya umat muslim, pembeli yang datang sebagian juga merupakan non-nuslim yang sudah menganggap tradisi Pasar Ramadhan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Buntok yang sudah ditunggu-tunggu setiap datangnya Ramadhan.

“Hampir semua kue tradisional ada disediakan. Ini bisa menjadi wisata kuliner bagi masyarakat kita dan tamu dari luar daerah,†kata Minah salah satu pedagang kue di Pasar Ramadhan Buntok.
Minah menambahkan, dengan masa setahun sekali tentu saja momen pasar Ramadhan ini selalu ramai dikunjungi para pelanggan, mengingat semua hidangan tersedia dari jajanan modern hingga tradisional.
“Sehingga momen ini bukan hanya digemari oleh para muslim saja selain itu juga non muslim turut serta ikut berburu jajanan di pasar Ramadhan ini,†pungkas Minah. (digdo)
Editor:Cell
-
HEADLINE3 hari yang laluProyek Strategis Kalsel: Jembatan Pulau Laut, Jalan Lintas Tengah, KEK Mekar Putih
-
HEADLINE3 hari yang laluPembebasan Lahan Bendungan Riam Kiwa Disiapkan Rp150 Miliar
-
Kalimantan Tengah2 hari yang laluSatgas PKH Sita Tambang Batu Bara Milik Samin Tan di Kalteng
-
HEADLINE2 hari yang laluUji Coba Mikrotrans Listrik Banjarmasin, Menuju Transportasi Umum Ramah Lingkungan
-
Kota Banjarmasin1 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
HEADLINE1 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin





