Dispersip Kalsel
Modeling Ala ‘Palnam Fashion Week’, Bergaya Sambil Melepas Penat
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Melepas penat dan kejenuhan dengan rehat sambil bergaya bak model profesional, para pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan berlenggok catwalk dadakan di halaman kantor.
Mereka menyempatkan diri mengikuti acara santai menyenangkan ala “Palnam Fashion Week”. Unjuk kebolehan memperagakan busana di atas lintasan mirip zebra cross yang lagi viral.
Zebra cross tetap di tangga masuk kantor Dispersip Kalsel, jalan A Yani Kilometer 6 Banjarmasin.
Bergaya bak modeling ini merupakan salah satu cara Dispersip Kalsel melepas penat, rehat akhir pekan para pegawai.
Baca juga: BREAKING NEWS. Lelaki Ditemukan Gantung Diri Dekat TPS Guntung Paikat
Diiringi musik, satu persatu pegawai bergaya layaknya model berpengalaman. Tidak tanggung-tanggung, mereka juga mengenakan pakaian terbaik.
“Ini salah satu trik melepas penat pegawai kami. Kami juga menanamkan pandangan kerja gembira dengan gencarnya kegiatan,” ucap Kepala Dispersip Kalsel Hj Nurliani Dardie, usai kegiatan pada Kamis (11/8/2022).

Momen ini merupakan hal yang jarang dilakukan, karena Bidang Kearsipan yang kantornya terpisah jauh dengan perpustakaan di Banjarmasin.
“Sekalian menjalin keakraban antara pegawai Depo Arsip yang berada di Banjarbaru dan Perpustakaan di Banjarmasin,” tambahnya. (Kanalkalimantan.com/rls)
Reporter : rls
Editor : kk
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
HEADLINE1 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi
-
HEADLINE2 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin





