Connect with us

Kota Banjarbaru

Mitigasi KLB Akibat MBG Diperketat

Diterbitkan

pada

Sosialisasi mitigasi Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan Dinas Kesehatan, sekolah penerima manfaat dan dapur SPPG serta anggota SPPI di aula Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Rabu (22/10/2025). Foto : wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru mengambil langkah cepat dan terukur untuk memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh.

Sejumlah pihak mulai dari Dinas Kesehatan, sekolah penerima manfaat dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, serta anggota Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengupayakan tindak lanjut langkah mitigasi Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan melakukan rapat koordinasi, Rabu (22/10/2025).

Salah satu peserta Citra Nurfitriani, selaku Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG di Kota Banjarbaru mengatakan sebagai upaya pencegahan KLB dalam rapat kordinasi dihadirkan narasumber dari BPOM dan Tim Gerak Cepat (TGC) dari Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Pemerintah Targetkan 1.285 Desa Terang di 2025

“Yang kami dapatkan itu banyak pengetahuan ya, mulai dari pengaturan suhu makanan, dari awal barang datang sampai barang dikeluarkan lagi,” ujar Citra Nurfitriani, selaku Korwil SPPG di Kota Banjarbaru saat diwawancarai, Kamis (23/10/2025).

Pihaknya sebagai pemangku kepentingan program MBG diperintahkan untuk berperan aktif dalam perbaikan dan pengawasan.

Seperti apabila ditemukan adanya indikasi makanan basi hingga KLB sekalipun, mereka tahu harus kemana dan berkoordinasi dengan siapa.

Baca juga: Expo Ponpes Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Banjar

“Memang dikasih tahu caranya kalau terjadi kami harus kemana dan harus koordinasi,” sebut dia.

Langkah-langkah untuk memperketat sekaligus mitigas penanggulangan KLB dari program MBG ini agar berjalan aman, layak sesuai standar prosedur operasional, dan tepat sasaran. Seperti dengan ketat mengevaluasi kedisiplinan juru masak, serta melakukan sterilisasi peralatan, perbaikan sanitasi, kualitas air, dan sistem pembuangan limbah.

“Yang pertama pastinya semua penjamah makanan atau relawan, termasuk kami juga yang bersentuhanan langsung dengan makanan itu harus pakai APD yang pertama,” ungkap Citra. “Menerapkan SOP secara ketat Kemudian juga menjaga kebersihan lingkungan,” tuntasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca