Hukum
Menkumham Menilai Kasus Narkotika Biang Penuhnya LP
BANJARMASIN, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna H Laoly menyatakan, penerapan Undang-Undang Narkotika menjadi persoalan sejak tahap awal penyelidikan hingga membludaknya narapidana kasus Narkoba memenuhi Lembaga Pemasyarakatan.
Hal tersebut disampaikan Yasonna di Banjarmasin, usai memberikan pembekalan kepada 910 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) se-Kalselteng di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, Senin (12/3).
“Jangan selebriti saja direhabilitasi, itu banyak anak kecil korban Narkoba sebaiknya jangan di taruh di dalam juga,” katanya.
Menurut Yasonna, khusus tindak pidana Narkoba treatment dan paradigmanya harus diubah. “Kalau bandar kita habisi, sedangkan pecandu ya harusnya direhab bukan di penjara,” ujarnya sembari membeberkan jika Undang-Undang Narkotika menjadi prioritas pihaknya untuk diubah.
Akibat permasalahan narapidana kasus Narkoba yang menjejali Lapas seluruh Indonesia tersebut, kata dia, negara harus menyediakan Rp 1,3 triliun untuk biaya makan para warga binaan pemasyarakatan. “Dengan biaya Rp 15 ribu perorang itu untuk makan saja, kita sekarang masih hutang ratusan miliar rupiah,” bebernya dilansir Antara.
Disinggung soal penuhnya Lapas Klas IIA Banjarmasin, Yasonna mengaku adanya Lapas Banjarbaru yang sudah dibangun bisa menampung sebagian warga binaan di Banjarmasin serta secara bertahap terus diperbaiki bangunan Lapas-Lapas yang ada guna menambah daya tampung.
Sementara untuk pemenuhan sipir Lapas, dengan adanya penambahan 519 pegawai untuk Kemenkumham Kalsel dan 323 pegawai Kanwil Kalteng tahun ini, dirasa Yasonna cukup menutupi kekurangan formasi penjaga tahanan di dua provinsi ini. “Penambahan jumlah manusia kalau integritas tidak baik jadi tambah masalah juga. Untuk itu, kami harapkan para CPNS yang baik, muda, energik jadi sumber agen perubahan,” ujarnya.
Selain SDM yang baik dan berintegritas, sistem pelayanan di Pemasyarakatan juga terus diperbaiki oleh Kemenkumham untuk menghindari suap, pungutan dan sebagainya. “Pada HUT Pemasyarakatan April nanti, kami launching sistem online terintegrasi untuk pelayanan pembebasan bersyarat, remisi, asimilasi dan hak-hak napi lainnya supaya menghidari Pungli,” kata Yasona.(ammar/ant)
Editor : Chell
-
HEADLINE18 jam yang laluBMKG : Cuaca Kalsel Cerah, Suhu Capai 36 Derajat Celsius
-
Kabupaten Banjar22 jam yang laluRaperda Perubahan APBD 2026 Rp3,14 T, Bupati Banjar Sampaikan di Rapat Paripurna DPRD
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Serahkan Satyalancana Karya Satya di Hari Kemerdekaan
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluKalsel Expo 2026 Catat Transaksi Rp21 Miliar, Pengunjung 1,2 Juta
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluWali Kota Banjarbaru: Perjuangan Veteran Dilanjutkan dengan Semangat Membangun
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluPaskibraka Balangan Sukses Kibarkan Sang Merah Putih




