Kota Banjarmasin
KREATIF. SMK dan Akfar ISFI Banjarmasin Racik Hand Sanitizer Sendiri
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Merebaknya penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Indonesia, menyebabkan masyarakat berbondong-bondong membeli hand sanitizer. Hingga sarana pembersih tangan ini mengalami kelangkaan di pasaran.
Merespon hal ini, SMK Farmasi ISFI Banjarmasin dan Akademisi Farmasi ISFI Banjarmasin lantas meresponnya dengan meracik hand sanitizer sendiri. Dengan melibatkan para siswa SMK dan mahasiswa Akfar ISFI yang menempuh pendidikan di dua lembaga pendidikan kefarmasian ini.
Menurut Kepala SMK Farmasi ISFI Banjarmasin M. Noor Ipansyah, langkah ini merupakan respon sekolah untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan hand sanitizer. Kebetulan, pihak sekolah memiliki sumber daya, bahan baku dan praktik siswa keseharian yang sudah terbiasa, dan tentunya untuk keahlian siswa sendiri.
“Hari Jumat kemarin, ada gerakan massal kepada siswa untuk membikin dan mereka gunakan untuk mereka sendiri dulu. Kemudian selanjutnya, baru kita bantu untuk masyarakat sekitar dan karyawan,” jelas Ipansyah.
Kendati bisa diberikan untuk masyarakat luas, Ipansyah menyebut, pihak sekolah hanya membatasi pembagian hand sanitizer secara cuma-cuma. Namun, untuk instansi baik pemerintah maupun swasta, tergantung dari permintaan secara resmi sehingga langsung dibuatkan hand sanitizer.
“Untuk instansi bisa dibuatkan surat permohonan baik ke sekolah maupun akademi, jadi bisa kita siapkan berapa yang dibutuhkan,” tambahnya.
Sementara, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina yang kebetulan meninjau laboratorium SMK Farmasi ISFI Banjarmasin mengapresiasi langkah yang diambil sekolah. Tentunya, ini merupakan respon sekolah terhadap kelangkaan hand sanitizer.
“Kami melihat kelangkaan terjadi dan masyarakat membutuhkan antiseptik, sehingga kemudian teman-teman di sekolah yang berpraktik kemudian memproduksi secara massal, namun tidak diperjualbelikan. Tapi semata-mata untuk membantu agar warga bisa memiliki hand sanitizer,” jelas Ibnu.
Hand sanitizer sendiri dikemas dalam botol kecil, dengan berat bersih 20 mililiter hingga 100 mililiter. Dengan cara disemprot ke tangan yang kemudian diusapkan. “Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Terimakasih sumbangsihnya,” pungkas Ibnu. (Kanalkalimantan.com/fikri)
Editor : Chell
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluAnjangsana Pemprov Kalsel, Rudy Ariffin Dukung Keberlanjutan Pembangunan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSelawat Bergema di Alun-alun Ratu Zalecha, Al-Habib Ali Zainal Abidin Pimpin Banjar Berselawat
-
PTAM INTAN BANJAR3 hari yang laluKarhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Ancam Pipa Distribusi Utama, PTAM Intan Banjar Lakukan Pemadaman
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluAntisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Kapuas Mantapkan Rencana Kontinjensi Karhutla 2026
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluWali Kota Lisa Melepas Kontingen Banjarbaru ke Jamnas Pramuka XII 2026
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPuluhan Personel Satpol PP Dikerahkan Jaga Keamanan Banjar Berselawat






