Connect with us

DPRD BANJARBARU

Keluhan Pelaku Usaha Imbas A Yani Km 31,5 Ditutup, Begini Respon Ketua DPRD Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Kawasan Jalan Ahmad Yani Kilometer 31,5 Banjarbaru dilakukan penutupan, pelaku usaha mengaku terdampak akibat pengalihan arus lalu lintas. Foto : wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sejumlah pelaku usaha mengaku terdampak penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Jalan Ahmad Yani Kilometer 31,5 imbas proyek penggantian jembatan.

Setelah ditutup total mulai Selasa (10/6/2025) lalu, banyak dari warga pemilik usaha di kawasan tersebut mengaku terdampak perekonomiannya.

Salah satunya Latifah, pemilik warung kelontong di kawasan tersebut. Ia mengaku sudah mengalami kesulitan sejak hari pertama penutupan jalan.

“Seminggu atau setengah bulan pusing mikirkan ongkos anak sekolah, kalau ditutup gimana anak sekolah, makan, usaha ulun terganggu,” ujar Latifah, pemilik warung kelontong di pinggir jalan nasional itu.

Baca juga: Tanam 2.200 Pohon, PLN UIP3B Kalimantan Komitmen Perbaiki Tahura Sultan Adam

Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera. Foto: wanda

Latifah mempertanyakan keberlanjutan perekonomiannya yang hanya mengandalkan usaha warung kelontong saja.

Warga mengaku belum mendapati pihak terkait yang mencoba berkonsultasi dengan warga sekitar.

“Ini bukannya terdampak lagi, ini mati. Baiknya gimana untuk kami usaha di sini,” keluhnya.

Baca juga: Akhir Juni Raperda LPj Pelaksanaan APBD 2024 Ditarget Selesai

Sementara itu pedagang di pasar sajumput dekat Satbrimob Polda Kalsel keluhkan kondisi serupa, dimana mereka ikut terdampak dari penutupan dan pengalihan arus lalu lintas.

“Makanya kalau ditutup gak dikasih jalan, tidak ada putar baliknya kita kena dampaknya. Usaha kami jadi sepi,” keluh Yuliatin. Pasar kaget itu, katanya, ramai hanya setiap pagi dan buka sampai pukul 11.00 Wita.

 

“Pasar kecil ini kalau jam 11 sudah tutup, jadi yang ramai itu pagi, apalagi pengantar anak-anak sekolah TK itu putar baliknya ke situ,” akunya.

Warga mengaku sempat bertanya apakah pihak terkait telah berizin kepada Ketua RT setempat, ternyata nihil.

Baca juga: Kolaborasi PLN-Pemprov Kalsel, Tanam Pohon di Bukit Batu Tahura Sultan Adam

Sementara itu, Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera diwawancarai terpisah mengaku mendapat aspirasi dari pada pelaku usaha yang terdampak dari penutupan arus lalu lintas di jalan nasional tersebut.

Kawasan Jalan Ahmad Yani Kilometer 31,5 Banjarbaru dilakukan penutupan, pelaku usaha mengaku terdampak akibat pengalihan arus lalu lintas. Foto : wanda

“Sudah ditindak lanjuti. Insyaallah mungkin dalam waktu dekat kita akan turun ke lapangan untuk mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi warga,” ujar Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, Kamis (12/6/2025).

Para wakil rakyat di DPRD Banjarbaru, katanya, sedang mencari solusi terbaik dengan berkordinasi dengan dinas terkait khususnya Dinas Perhubungan.

Baca juga: Buka Sosialisasi Pengelolan Pengaduan Pelayanan Publik, Ini Harapan Sekda Banjar

“Apakah kalau memang memungkinkan dicoba rekayasa ulang, dan dikaji kembali agar arus lalu lintas tidak ditutup total,” sambung dia.

Dia berharap solusi yang didapatkan adalah masyarakat tetap bisa melintasi jalan dengan aman dan tidak ada pemilik usaha di kawasan itu terdampak perekonomiannya. “Harapannya bisa, tapi masih minta izin dari rekomendasi Balai Jalan,” tutup Gusti Rizky. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca