Connect with us

Kab. Kotabaru

Kelanjutan Jembatan Pulau Laut Tunggu Review Pusat

Diterbitkan

pada

KOTABARU, Pembangunan mega proyek jembatan Pulau Laut sepanjang 6 km yang digadang menjadi salah satu jembatan terpanjang di Indonesia, berhenti di tengah jalan. Proyek senilai Rp 3,6 triliun tersebut belum jelas kapan dilanjutkan.

Tahun 2016 Pemprov Kalsel sudah mengerjakan oprit jembatan dengan panjang sekitar 75 meter dan lebar 24 meter yang memakan anggaran Rp 50 miliar. Untuk pengerjaan tahap awal sebelumnya dilaksanakan oleh PT Istaka Karya.

Keterangan dihimpun dari bagian Supervisor PT Istaka Karya, Amin Nur Hidayat menyatakan, saat ini pihaknya sudah tidak lagi mengerjakannya. Sebab tender baru telah dimenangkan oleh PT Budi Bakti. “Kalau saya tidak salah dengar pemenang tendernya untuk kelanjutan pembangunannya adalah PT Budi Bakti,” terangnya, Kamis (28/9).

Ia mengatakan, meskipun pihaknya sudah tidak ada pekerjaan lagi namun masih menjaga barang-barang di area jembatan. “Saya lihat sih, belum ada pengerjaan apa-apa oleh kontraktornya dan karena masih ada barang-barang kami yang masih tertinggal di sini tentunya masih dijaga,” jelas pria yang biasa akrab disapa Apin.

Dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Kotabaru, Suprapti Tri Astuti melalui sambungan pesawat telepon selular mengatakan dia dan rombongan masih berada dijalan menuju Kecamatan Hampang sehingga tidak bisa memberikan komentar terkait hal itu.

“Kebetulan saya lagi di jalan sekarang ini menuju Hampang, bisa juga langsung bertanya ke Kepala Bidang namun yang bersangkutan juga sedang bersama kami,” ujarnya.

Di lain pihak, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kotabaru H Zainal Arifin menerangkan, sementara masih menunggu hasil rekomendasi atas desain dari komisi jembatan panjang nasional yang hingga sekarang belum keluar.

“Pada dasarnya untuk mereview DAD khususnya pada bentang jembatan yang posisinya berada di tengah, dan karena masih menunggu proses tersebut untuk pembangunan jembatan di area daratnya di stop terlebih dahulu akan tetapi prosesnya tetap akan berjalan,” kata Zainal.

Disambungnya pula, jembatan Pulau Laut merupakan yang terpanjang di Indonesia dan dengan memakai anggaran yang tidak sedikit. Maka pengerjaannya pun lebih berhati-hati. Oleh karenanya, masih menunggu rekomendasi apakah sudah pas atau justru ada penyempurnaan dan review nya dilakukan oleh pihak konsultan dari China. “Meskipun di stop dahulu pengerjaannya namun prosesnya akan tetap berjalan,” pungkasnya.***

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca
Advertisement
Komentar
-->