Connect with us

Ragam

Kali Pertama, Polwan Arab Saudi Ikut Amankan Ibadah Haji Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka'bah. Foto: Saudi Ministry of Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Polisi wanita (Polwan) Arab Saudi untuk pertama kalinya bertugas mengamankan ibadah haji tahun 2020, di tengah pandemi Covid-19. Menyusul kebijakan Arab Saudi yang memperbolehkan wanita bergabung dengan dinas militer dan kepolisian.

“Ini merupakan kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami. Haji adalah musim yang sangat sibuk bagi kami, tidak seperti hari-hari normal.” ujar Afnan Abu Hussein, seorang anggota polwan kepada Al-Ekbriya TV .

Haji dimulai pada hari Rabu (29/7) ketika para jemaah memulai perjalanan mereka dari Masjidil Haram di Mekah di tengah aturan keamanan yang ketat.

“Setiap kelompok jemaah memiliki pemimpin untuk memfasilitasi dan mengendalikan gerakan mereka untuk memastikan jaga jarak sosial,” kata Sari Asiri, direktur jenderal urusan Haji dan Umrah di Kementerian Kesehatan disadur dari Arab News.



 

“Selain itu, setiap kelompok juga didampingi oleh seorang profesional kesehatan untuk memantau status kesehatan dan membantu mereka ketika dibutuhkan,” tambahnya.

Pejabat kementerian melakukan proses seleksi yang ketat untuk memastikan kesejahteraan jemaah sebelum kedatangan mereka di Mekah.

“Kami mengunjungi setiap jemaah di rumah mereka dan melakukan tes keseluruhan untuk kondisi kesehatannya, dan kami memantau mereka setiap hari sampai mereka tiba di hotel,” kata Asiri.

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka’bah. Foto: Saudi Ministry of Media

Semua pekerja yang melayani jemaah haji tahun ini juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan mereka bebas dari Covid-19, dan rumah sakit dan pusat kesehatan Mekah sudah disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat apa pun.

Hari Tarwiyah (mengambil air), pada hari Rabu, adalah hari pertama ritual haji. Jemaah menuju ke Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf dan Saee antara bukit Safa dan Marwah.

Ratusan jemaah yang datang ke Masjidil Haram tahun ini berjalan dalam kelompok-kelompok kecil di sepanjang jalur khusus mengikuti pemandu mereka.

Protokol kesehatan selama haji dirancang dan diimplementasikan oleh Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah dan otoritas keamanan.

Kepresidenan juga membuat pintu masuk dan keluar khusus untuk setiap kelompok jemaah haji untuk mencegah keramaian dan menginhadari antrean.

Pasukan Pertahanan Sipil meningkatkan kesiapan mereka di Mina untuk menerima para jemaah di mana mereka akan menghabiskan malam sebelum pindah ke gunung Arafat.

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka’bah. Foto: Saudi Ministry of Media

Sementara itu, Keamanan Publik Saudi mengumumkan bahwa mereka menangkap 244 pelanggar pedoman haji yang berusaha memasuki wilayah haji tanpa izin.

Seorang juru bicara Keamanan Publik Saudi meminta warga dan ekspatriat untuk mematuhi hukum dan instruksi haji, juga menekankan bahwa pasukan keamanan memberlakukan penjagaan ketat di sekitar Mekah dan tempat-tempat suci lainnya.

Mereka yang ditangkap di tempat-tempat suci tanpa izin berisiko terkena denda hingga 10.000 riyal (sekitar Rp 39 juta), denda dapat meningkat juga mereka mengulang kesalahan yang sama.

Setiap tahun, sekitar 2,5 juta jemaah haji datang ke Mekah, namun karena pandemi Covid-19 hanya sekitar 1.000 yang akan dapat melaksanakannya tahun ini. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->