Kota Banjarbaru
Kabel Usang Penyebab Kebakaran SPKT Polres Banjarbaru, Kerugian Ditaksir Rp3,19 Miliar
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tiga pekan pascakebakaran markas Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru pada Rabu (6/8/2025), kerugian materil yang dihitung mencapai miliaran rupiah.
Bangunan yang terbakar di antaranya ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), ruang pembuatan SKCK, ruang humas comand center, dan gudang Samapta Polres Banjarbaru.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi menyebutkan, hasil inventarisir kepolisian setidaknya Rp3,19 miliar ludes terbakar karena insiden ini.
“Peristiwa bermula sekitar pukul 20.15 Wita ketika asap keluar dari plafon ruang SPKT. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke ruang Humas serta gudang logistik yang berada satu atap,” ujar Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi dalam keterangan yang diterima, Rabu (20/8/2025) siang.
Baca juga: PLN Masuk Fortune Global 500, Digitalisasi dan Beyond kWh Jadi Kunci
Meski mobil water cannon sempat dikerahkan, kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 Wita setelah tim Damkar dan BPK Banjarbaru turun tangan.
Beruntung dari kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sejumlah fasilitas vital yang digunakan untuk pelayanan masyarakat hangus terbakar seperti komputer, printer, AC hingga kulkas.
“Di ruang SPKT ada tujuh unit komputer, printer, tiga AC, hingga kulkas dilaporkan rusak total,” jelas dia.

Baca juga: Pilah Sampah Dapat Sembako Ala DLH Kalsel
Ipda Kardi mengatakan kerugian terbesar terjadi di gudang logistik Sat Samapta, dimana ada peralatan pengendalian massa (Dalmas) yang terbakar yakni 200 tameng, 200 helm Dalmas, 150 rompi level 1, beserta 300 tabung gas air mata.
“Total kerugian di bagian gudang logistik Sat Samapta ditaksir mencapai Rp1,83 miliar,” sebut dia.
Selain itu, ruang Humas juga kehilangan lima unit monitor LCD. Kemudian pada bagian Identifikasi Sat Reskrim kehilangan perangkat digitalisasi sidik jari AK23 dan perlengkapan senilai Rp638 juta. Kerugian bangunan serta meubeler diperkirakan Rp425 juta.
Masih kata Ipda Kardi, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim identifikasi Polres Banjarbaru bersama Polda Kalsel menyimpulkan kebakaran diduga disebabkan insulasi kabel yang rusak atau terkelupas.
Baca juga: Catatan Komisi III DPRD Banjarbaru untuk Proyek Jembatan A Yani Km 31,5
“Diduga kabel telah usang atau kadaluwarsa hingga menyebabkan percikan arus listrik keluar dan bersentuhan dengan material bangunan, hingga menyebabkan terjadinya kebakaran,” ungkap Ipda Kardi.
Kendati demikian, dirinya memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan dengan meminta pelayanan SPKT.
“Fokus kami saat ini memastikan pelayanan publik di Polres Banjarbaru tetap berjalan meski banyak peralatan hangus terbakar,” tuntasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
HEADLINE1 hari yang laluSDA Kalsel Dikuras, Kerusakan Lingkungan Diabaikan
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluPemprov Kalsel Gelar Rakor Pembangunan Stadion Internasional
-
Bisnis2 hari yang laluDaging Sapi dan Bawang Merah di Banjarmasin Alami Lonjakan
-
Bisnis2 hari yang laluHarga Telur Ayam di Banjarmasin Tembus Rp30.000
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluPeduli Sosial PPM Kalsel Bagikan Takjil Gratis
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluPemkab Banjar Tindaklanjuti Kondisi Rumah Zainab Warga Lok Buntar




