Connect with us

ACT KALSEL

Integrated Community Shelter Kedua ACT Dibangun di Sigi

Diterbitkan

pada

Peletakan batu pertama pembangunan ICS di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu (4/11/2018). Foto : act
2 of 2Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

Sementara itu, Direktur Global Humanity Response (GHR) ACT Bambang Triyono menyampaikan, implementasi ICS di Lolu merupakan upaya tanggap ACT menunaikan amanah publik dalam membantu penyintas gempa, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

“Setelah fase emergency dinyatakan selesai sejak 26 Oktober lalu, sekarang sudah memasuki fase transisi menuju pemulihan, tapi kita lihat warga masih tidur di tenda-tenda. Kita berpacu dengan waktu, begitu pun amanah publik kepada ACT harus segera diorientasikan,” papar Bambang.

ICS Lolu akan dibangun di lahan seluas 110×65 meter dengan penerima manfaat 130 KK atau setara 620 jiwa. ICS terbesar bagi masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Tengah itu pun ditargetkan selesai dalam waktu sebulan. Diharapkan kedepannya bisa mendapatkan titik pendirian ICS lebih banyak. “Kita harus bekerja lebih cepat. Bahkan kita mengarahkan relawan konstruksi jauh lebih banyak, sampai saat ini kita memiliki 400 relawan konstruksi,” ujarnya.

Disisi lain, Rusmiyati (35) tidak habis pikir bila rumahnya akan roboh seketika itu juga. Ia menceritakan kejadian naas 28 November lalu saat gempa mengguncang Donggala. Azan Magrib baru saja berkumandang, ia hendak bergegas masuk ke rumah bersama anak bungsunya Caca (3) setelah menikmati sore. Namun, saat itu bumi tiba-tiba bergetar dahsyat. Ia teringat anak sulungnya, Gilang (16), masih di dalam rumah. “‘Gilang anakku!’ Langsung saya berteriak,” ceritanya dengan tabah. Berhasil Gilang bisa segera keluar dari rumah walau sempat mengalami luka robek karena tertimpa material bangunan.


Rusmiyati adalah salah satu calon penerima manfaat Hunian Nyaman Terpadu di Desa Lolu. Mengetahui tempat mengungsinya akan segera dibangun hunian, ia begitu bersyukur.

“Bagus sekali. Kami sangat butuh sekali. Saat gempa kami langsung lari ke lapangan ini. Awal belum dapat terpal, kami tidur dengan kardus,” tuturnya. Ia pun berharap hunian nyaman terpadu akan lekas bisa digunakan.

Kepala Desa Lolu Tarmin Haero pun menyampaikan dukungan penuh pendirian kompleks ICS tersebut dan hal ini juga disambut baik oleh masyarakat. “Saya sebagai kepala desa mendukung penuh pendirian tempat tinggal bagi warga kami. Masyarakat juga menyambut dengan baik. Bahkan kami bantu mencarikan lahan,” tuturnya.

Desa Lolu menjadi salah satu daerah terdampak gempa cukup parah. Tarmin menyebutkan, 22 orang warga meninggal dunia dan hilang terkena reruntuhan bangunan yang diguncang gempa.

Tidak jauh dari Desa Lolu, terdapat sebuah daerah terdampak likuefaksi, Desa Jono Oge. Sejumlah rumah mengalami rusak parah hingga bergeser sejauh tiga meter. Fenomena hilangnya kekuatan tanah karena gempa itu membuat tanah yang semula keras menjadi lumpur. Semua bangunan di atasnya tenggelam. Peristiwa 22 detik itu membuat ratusan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya tidak memiliki tempat tinggal.

Per 4 November, ACT telah membangun empat kompleks hunian nyaman terpadu yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi. Kini jumlah penerima manfaat hunian sementara yang diinisasi ACT telah mencapai 400 KK. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
2 of 2Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->