Connect with us

Kota Banjarmasin

Hindari Penculikan Anak, Disdik Banjarmasin Keluarkan Surat Edaran ke Sekolah

Diterbitkan

pada

Disdik Banjarmasin mengeluarkan surat edaran ke sekolah menghindari kasus penculikan anak. Foto : mario

BANJARMASIN, Munculnya sejumlah kasus penculikan anak sekolah menjadi keprihatinan Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin. Sebagai upaya pencegahan agar tidak kembali berulangya kejahatan tersebut terhadap siswa sekolah di Banjarmasin, Disdik mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada Kepala Sekolah (Kepsek) di tiga tingkatan mulai PAUD/TK, SD dan SMP.

Kepala Disdik Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengatakan, imbauan tersebut bersifat untuk mengingatkan agar semua pihak waspada. Tak hanya pihak sekolah, tapi juga orangtua, serta masyarakat sekitar untuk menghindari terjadinya kasus penculikan anak sekolah yang terjadi di beberapa daerah beberapa waktu lalu.

“Jadi imbauan ini untuk kembali mengingatkan supaya kita waspada. Harapannya agar orang tua murid tidak resah lagi dan juga sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi di sekolah di  Banjarmasin,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu muncul kasus penculikan anak berinisial VN (12) yang terjadi di Desa Satui Timur, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanahbumbu. Lalu sebelumnya, hal sama terjadi di Banjarbaru yang menimpa salah seorang siswi SMP oleh oknum polisi.

Dalam surat edaran bernomor No. 800/417-Sekr/Dipendik/2019 tertanggal 28 Januari 2019 tersebut, ada tujuh poin yang ditekankan. Pertama, agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pengawasan, perlindungan dan pengamanan di lingkungan sekolah masing masing, khususnya terhadap orang asing atau orang yang tidak dikenal dengan gerak gerik mencurigakan.

Kedua, memberikan sosialisasi dan arahan terhadap siswa untuk berhati hati dan tidak sembarangan berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. “Termasuk dalam hal inimengefektifkan peran petugas keamanan sekolah dan guru piket untuk memantau dan mengawasi peserta didik, terutama pada waktu waktu jam istirahat, jam pulang sekolah serta pada saat kegiatan kurikuler.”

Selanjutnya, Disdik meminta semua pihak menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan orang tua siswa serta mengenali pihak keluarga atau orang yang ditugaskan pihak keluarga untuk menjemput anaknya di sekolah.

Kelima, terus melaksanakan pemantauan terhadap peserta didik sepanjang jam pelajaran dan memastikan siswa tetap berada di sekolah saat menunggu jemputan. Dan menghubungi orang tua/wali yang terlambat menjemput anaknya dan tetap mendampingi siswa sampai orangtuanya yang bersangkutan datang menjemput.

“Terakhir, melakukan edukasi secara terus menerus terhadap siswa dan orang tua siswa tentang pentingnya berhati hati dengan orang asing dan apa yang dilakukan saat ada orang asing yang mengajak anak keluar dari lingkungan sekolah.”

Totok Agus Daryanto mengatakan, hingga saat ini belum ada terjadi kasus penculikan anak di Banjarmasin. Ia berharap agar hal tersebut terus terjaga sehingga memberikan suasana nyaman dan tenang terhadap siswa yang sedang belajar maupun orangtua. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares