Pemprov Kalsel
Gubernur Kalsel Dorong Profesionalisme dan Integritas dalam PBJ
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Profesionalisme, integritas, dan sinergi antarinstansi dalam tata kelola Pengadaan Barang Jasa (PBJ) pemerintah menjadi perhatian Gubernur Kalsel.
Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel melalui sambutan yang dibacakan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Kalsel, Rahmaddin, pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) Provinsi dan Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan (Kalsel), sekaligus pemberian penghargaan UKPBJ, serta pelantikan dan pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Fungsional Pengadaan Indonesia (DPW IFPI) Provinsi Kalimantan Selatan 2025–2030, Rabu (15/10/2025).
“Rakorda ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi dan pembenahan sistem pengadaan barang jasa di daerah agar semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” ujar Muhidin.
Baca juga: DPKP Kalsel Gelar Evaluasi Data Hortikultura 2025
Dia menegaskan bahwa sektor pengadaan barang jasa memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Hampir seluruh program pembangunan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik, bergantung pada tata kelola pengadaan yang baik.
Pada tahun anggaran 2024, nilai pengadaan barang jasa di lingkungan Pemprov Kalsel mencapai lebih dari Rp7,6 triliun untuk 25.407 paket pekerjaan, sedangkan pada tahun anggaran 2025 sebesar Rp6,3 triliun.
“Dengan nilai sebesar ini, dibutuhkan manajemen pengadaan yang kuat, sistem yang tertata, kelembagaan yang solid, dan SDM yang kompeten agar seluruh proses berjalan efektif dan berintegritas,” tegasnya.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Kalsel, Rahmaddin. Foto: mckalsel
Baca juga: Serah Terima Jabatan Direktur RSUD Ulin
Gubernur Kalsel menjelaskan bahwa sesuai Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang perubahan kedua atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018, setiap pemerintah daerah wajib memiliki Pejabat Fungsional PBJ sebagai Pokja Pemilihan.
Di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, telah terdapat 32 pejabat fungsional PBJ, atau sekitar 76% dari kebutuhan ideal sebanyak 42 orang.
“Kami mendorong kabupaten/kota yang belum memenuhi minimal 60% kebutuhan SDM PBJ agar segera menuntaskannya, serta memperhatikan kesejahteraan para pejabat fungsional tersebut. Sinergi antara BKD, Bagian Organisasi, dan Bagian PBJ mutlak diperlukan,” katanya.
Baca juga: Dulu Malam Pakai Pelita, Warga Papagaran Kini Nikmati Terang Listrik PLN
Peran penting IFPI sebagai organisasi profesi yang menjadi mitra strategis pemerintah. IFPI diharapkan dapat memperkuat kapasitas, profesionalisme, dan kesejahteraan anggota, sekaligus meningkatkan kualitas pengadaan publik yang berintegritas dan kompetitif.
“Perkuat perencanaan, patuhi regulasi, dan tingkatkan pengawasan agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/mckalsel)
Reporter: mckalsel
Editor: kk
-
Kabupaten Banjar13 jam yang laluSatpol PP Banjar Tertibkan 23 Bangunan di Gambut, Ditemukan Fasilitas Karaoke dan Kamar di Warung Makan
-
Olahraga2 hari yang laluBanua Criterium Challenge, Pemanasan Atlet Triathlon Kalsel Menuju Kejurnas
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluPTAM Perbaiki Pipa Bocor di Jalan Gubernur Syarkawi, Ini Wilayah yang Terdampak
-
HEADLINE2 hari yang laluPembenahan Pasar Ujung Murung, Wali Kota Yamin Akui Sulit Cari Investor
-
PLN UIP3B KALIMANTAN3 hari yang laluPLN UIP3B Kalimantan Gelar Clean Energy Day, Dorong Perubahan Gaya Hidup Rendah Emisi
-
Kabupaten Kapuas20 jam yang laluBupati Kapuas Trail Adventure #4 & Trail Game 2026 Siap Digelar






