Connect with us

HEADLINE

Dua Kecamatan Banjir, 958 Rumah Terendam di Kabupaten Balangan

Diterbitkan

pada

BPBD Balangan turun lapangan di lokasi banjir. Foto : BPBD Balangan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Hujan deras yang mengguyur di daerah pegunungan dalam beberapa hari terakhir, membuat Sungai Pitap di Kabupaten Balangan, meluap.

Akibatnya 622 rumah di tujuh desa di Kecamatan Tebing Tinggi dan 336 rumah di empat desa di Kecamatan Awayan terendam air setinggi satu meter, Sabtu (31/10/2020).

Selain merendam rumah warga, luapan air sungai itu juga menyebabkan jalan, bangunan permukiman, dan tempat ibadah ikut terendam.

Aktifitas warga pun menjadi lumpuh. Warga desa di dua kecamatan itu pun mengalami kerugian karena tak dapat beraktifitas.



Kasi Kedaruratan BPBD Balangan, Syuhada menerangkan, setelah hujan deras selama beberapa hari sungai pun meluap. Selanjutnya, sekitar pukul 06.45 Wita, rumah warga, sawah, jalan, dan tempat ibadah yang berada di pinggiran sungai secara perlahan mulai terendam.

Adapun tujuh desa yang terdampak banjir di Kecamatan Tebing Tinggi, kata Syuhada, adalah Desa Mayanau dengan 125 rumah, Gunung Batu 75 rumah, Sungsum 105 rumah, Ju’uh 50 rumah, Simpang Bumbuan 35 rumah, Simpang Nadung 50 rumah, dan Desa Tebing Tinggi merendam 182 rumah warga.

“Untuk ketinggian air sebenarnya bervariasi, dari 50 Cm hingga 1 meter. Namun, banjir tidak menelan korban jiwa karena sebelumnya warga sudah diberikam peringatan terkait adanya banjir karena hujan yang cukup lebat,” ujar Syuhada.

Untuk Kecamatan Awayan, sebut Syuhada, desa yang terdampak adalah Desa Putat Basiun. Di desa itu, 27 buah rumah yang berada di RT 02, 15 rumah dengan 15 KK atau 50 jiwa, di RT 03, 12 rumah dengan 12 KK atau 40 jiwa terendam air.

Di Desa Pasar Awayan 23 rumah, yaitu di RT 01 dengan 15 rumah, 15 KK dengan 55 jiwa, di RT 03, 8 rumah, 8 KK dengan 30 jiwa. Untuk Desa Badalungga 138 rumah, 146 KK dengan 660 jiwa, dan Desa Badalungga Hilir sebanyak 148 buah rumah, 163 KK dengan 639 jiwa.

Kepala BPBD Balangan, Alive Yoesfah Love menambahkan, setelah merendam rumah, sawah, jalan, dan tempat ibadah dalam beberapa jam, debit air sudah mengalami penurunan. Namun, ia tetap berharap tidak ada lagi hujan susulan, sehingga banjir cepat berlalu dari Kabupaten Balangan.

Diimbau Alive, sapaan Alive Yoesfah Love, walau hujan mereda dan debit air telah menurun, warga tetap diminta harus waspada. Kewaspadaan dilakukan demi mengurangi dampak kerugian akibat banjir.

Tim BPBD Balangan pun sudah melakukan persiapan dan antisipasi apabila terjadi banjir susulan dengan menurunkan personel dan peralatan. BPBD Balangan dan tim relawan juga siap turun tangan untuk membantu warga yang terdampak akibat banjir.(kanalkalimantan.com/pr)

Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->